Odang Nilai Aset atau Barang Milik Daerah Merupakan Sumber Daya Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengadakan seminar sensus barang milik daerah di gardenia Resort Kubu Raya, Jumat (29/3).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRY JULIANSYAH
Asisten II Setda Kubu Raya Odang Prasetyo membuka seminar sensus barang milik daerah di gardenia Resort Kubu Raya, Jumat (29/3). 

Odang Nilai Aset atau Barang Milik Daerah Merupakan Sumber Daya Ekonomi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengadakan seminar sensus barang milik daerah di gardenia Resort Kubu Raya, Jumat (29/3).

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten II Setda Kubu Raya Odang Prasetyo mengusung tema “dengan sensus kita tingkatkan tata kelola barang milik daerah”.

"Kita mengharapkan melalui seminar tersebut dapat menambah wawasan dan pemahaman bersama terhadap tata kelola barang milik daerah yang baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

Baca: Gudang PT CG Terbakar, Kapolsek Mandor: Kerugian Capai Sekitar Rp 100 juta

Baca: Karolin: FKUB Ujung Tombak Kerukunan Jelang Pemilu 2019

Baca: HASIL Akhir Persebaya Vs Tira Persikabo, Cuplikan 4 Gol Bawa Bajul Ijo ke Semifinal Piala Presiden

Baca: Warga Desa Pematang Tujuh hanya 1.788 Jiwa  

Menurutnya aset atau barang milik daerah merupakan sumber daya ekonomi milik daerah yang mempunyai peran dan fungsi yang strategis bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan public kepada masyarakat.

"Untut itu, aset yang dikelola dan ditata dengan baik dapat menjadi potensi sumber pembiayaan pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintah daerah serta dapat pula meningkatkan pendapatan asli daerah dalam jumlah yang signifikan. Akan tetapi jika tidak dikelola dengan baik dan benar akan menjadi beban biaya pemerintah karena sebagian dari aset membutuhkan biaya perawatan atau pemeliharaan dan juga turun nilainya, seiring dnegan berjalannya waktu," lanjutnya.

Ia menjelaskan, aset merupakan semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD atau perolehan lainnya yang sah, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak ataupun satuan tertentu yang dapat dinilai, dihitung dan diukur.

"Saya berharap kepada seluruh aparatur pengelola barang milik daerah di lingkungan pemerintah Kubu Raya dapat memahami teknis pengelolaan barang milik daerah serta kepada pengguna, pengurus dan penyimpan barang dapat memahami norma dan standar dalam pengelolaan dan pengadministrasian barang daerah secara tertib, efisien, efektif, transparan dan akuntabel sesuai dengan perautran dan perundang-undangan yang berlaku," harapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tugas dan tanggung jawab pengelola barang milik daerah sangat berat. Oleh sebab itu, pengelolaan pada setiap tahap/proses administrasinya harus dapat dipertanggungjawabkan.

"Ini untuk meminimalisir kesalahan yang berdampak negatif terhadap uapaya pemerintah dalam meningkatkan dan mempertahankan opini atas laporan keuangan dari BPK. Maka dalam rangka menjamin terlaksananya tertib administrasi dan tertip pengelolaan barang milik daerah, yakni barang yang dibeli atau diperoleh atas beban anggaran pendapatan dan belanja daerah serta perolehan lainnya yang sah, diperlukan adanya kesamaan persepsi dari segenap unsur terkait dalam pengelolaan aset daerah," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved