Karolin Targetkan 2020 Landak Punya Desa Mandiri

Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa menargetkan dalam rencana pembangunan pada pada tahun 2020 mendatang Kabupaten Landak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI
Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat membuka Musrenbang RKPD) di Aula Kantor Bupati Landak pada Jumat (29/3/2019). 

Karolin Targetkan 2020 Landak Punya Desa Mandiri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa menargetkan dalam rencana pembangunan pada pada tahun 2020 mendatang Kabupaten Landak memiliki satu desa mandiri.

Hal tersebut diungkapkan Karolin saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Aula Kantor Bupati Landak pada Jumat (29/3/2019). 

Saat ini, sebut Karolin, dari 156 desa yang ada di wilayah Kabupaten Landak, baru dua desa yang menjadi desa maju. Sehingga Karolin berharap dengan perencanaan yang matang, Landak bisa punya desa mandiri pada 2020 mendatang. 

Baca: Sujiwo Menegaskan Kubu Raya Target Pertahankan WTP

Baca: Odang Nilai Aset atau Barang Milik Daerah Merupakan Sumber Daya Ekonomi

Baca: Comeback Manis Antar Praveen/Melati Jadi Semifinalis India Open 2019

Baca: Gudang PT CG Terbakar, Kapolsek Mandor: Kerugian Capai Sekitar Rp 100 juta

"Untuk Kabupaten Landak kita sudah punya dua desa maju, harapannya ditahun 2020 mendatang, dua desa maju ini bisa berkembang menjadi desa mandiri," ujar Karolin

Karolin menambahkan, pelaksanaan Musrenbang kali ini sangat penting dan mempunyai arti yang sangat strategis, karena merupakan salah satu faktor yang sangat  menentukan keberhasilan  pencapaian tujuan pembangunan.  

Musrenbang RKPD, sebut Karolin, merupakan bagian dari tahapan proses perencanaan pembangunan yang terintegrasi, yang merupakan penjabaran rencana  pembangunan jangka menengah (RPJMD) Kabupaten Landak periode 2017 -2022 yang telah disusun.

Meski demikian, dalam rangka menyediakan fasilitas dan sarana pelayanan umum guna untuk menunjang tercapainya sasaran pembangunan daerah diperlukan biaya yang tidak sedikit. Sejumlah program dan kegiatan yang dilaksanakan seringkali melampaui kemampuan dana pemerintah yang tersedia.

"Oleh karenanya banyak prioritas pembangunan yang belum mendapat perhatian sebagaimana mestinya," ungkapnya.

Karolin menjelaskan Musrenbang  merupakan forum untuk melaksanakan suatu proses seleksi sehingga bisa menetapkan program yang sangat prioritas sesuai dengan fungsi perangkat daerah dan jenis program yang diusulkan harus disesuaikan dengan sumber dana yang ada.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan dalam ramah tamah bersama Bupati Landak sehari sebelumnya mengatakan, tujuan dari musrenbang harus bisa meningkatkan pembangunan di Kabupaten Landak dan mengentaskan kemiskinan, serta mensinergikan program gubernur untuk mewujudkan desa mandiri. 

"Dari 2031 Desa di kalbar baru satu Desa mandiri yang terbentuk yaitu di Kayong Utara.Target kita 2020 nanti Kalbar sudah punya 159 desa Mandiri," ujar Ria Norsan. 

Norsan berharap, apa yang menjadi program dan kendala di Kabupaten Landak bisa dimusyawarahkan dan diusulkan dalam pembangunan di tahun 2020. 

"Pesan saya pada Pemerintah Daerah mari kita bekerjasama antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten untuk bersinergi membangun daerah kita Kalimantan Barat yang kita cintai ini khususnya kabupaten Landak untuk kemajuan daerah kita," pungkas Ria Norsan (*/alf). 

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved