Polemik Bangunan Cita Rasa Jalan Agus Salim Pontianak, Dari Harta Warisan Hingga Gugatan

Anak bungsu Sulaiman Bakti, Clara Lai dan beberapa saudaranya melakukan konferensi pers

Polemik Bangunan Cita Rasa Jalan Agus Salim Pontianak, Dari Harta Warisan Hingga Gugatan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Bangunan Cita Rasa yang merupakan harta warisan dan menjadi polemik. 

"Mereka minta tiga tahun untuk mempersiapkan diri berusaha ditempat lain, tapi tidak juga mereka keluar dari rumah ini.
Kami sampai di PK juga menang dan putusan hakim menyatakan putusan yang pernah diperkarakan tidak boleh lagi diperkarakan sebab obyek dan perkaranya sama," sebut Clara.

Clara mengajak tergurgat untuk berdamai, tapi ia sebut tidak ada itikad baik. Pihaknya berharap perkara ini segera selesai dan tidak ada persoalan lagi.

Baca: KRONOLOGI Anggota Polisi Kecelakaan di Depan Kampus YPBU Pontianak, Sampai Terbang Beberapa Meter

Baca: Bentuk Kantor BKPSDM Landak Beserta Alamat Lengkapnya

Baca: Dukung Langkah PDAM Sanggau, Ini Harapan Dewan Sanggau

Sementara Owner Cita Rasa yang tinggal di bangunan yang menjadi sengketa, Lensida memberikan tanggapan terhadap perkara yang ada.

Lensida, memaparkan bahwa yang diperkarakan bibi mereka yang notabenennya adalah adik-adik dari orangtuanya terkait warisan kakek dan neneknya yang berupa bangunan tempat Cita Rasa di Jalan Agus Salim saat ini.

"Inikan banguna warisan, itu juga milik para bibi saya. Bukan milik kami bangunan dan lahan ini. Tetapi yang terjadi pada gugatan mereka (para bibinya) yang dikabulkan, mereka menggugat bukan untuk warisan tapi mereka menggugat ini adalah milik pribadi," ucap Lensida saat diawancarai.

Kemudian, yang digugat adalah ibunya, yang notabenenya disenut Lensi, tidak ada sangkut paut dengan warisan ini.

"Yang dikabulkan adalah mama kami harus menyerahkan rumah ini atau orang yang diberi kuasa oleh mama. Sekararang siapa yang diberi kuasa, tidak ada yang diberi kuasa. Mama kami bukan siapa-siapa, orangtua yang sudah berumur 70 tahunan pasti tinggal bersama anak dan tidak mungkin tinggal sendiri dan ini rumah kakek dan nenek kami serta bapak saya juga besar dan tua dirumah ini,"jelas Lensi.

Merasa itu adalah harta warisan dan milik 12 saudara orangtuanya lelakinyalah, Lensi sampai saat ini masih tinggal dan berusaha dibangunan tersebut.

"Namun keadaan yang terjadi berbeda, mereka menggugat atas nama pribadi padahal dalam gugatan mereka juga menyatakan ini harta bersama dan warisan, makanya kami memberikan bantahan terhadap putusan dan sekarang masih dalam tahap kasasi. Jadi sampai ada inkrah baru ada kejelasan duduk perkara dalam kasus ini," tambahnya.

Lanjut dijelaskannya, pada dasarnya keluarga Lensi tidak pernah menuntut yang macam-macam, hanya kembalikan saja harta tersebut ke waris dan bagikan pada saudada orangtuanya yang berjumlah 12 suadara.

Halaman
123
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved