Kalbar 24 Jam
Kalbar 24 Jam - 1.500 Orang Pindah Singkawang, WhatsApp Kades Diretas hingga Wagub Kalbar: Ya Allah
Kalbar 24 Jam - 1.500 Orang Pindah Singkawang, WhatsApp Kepala Desa Diretas hingga Wagub Kalbar: Ya Allah....
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
Kalbar 24 Jam - 1.500 Orang Pindah Singkawang, WhatsApp Kepala Desa Diretas hingga Wagub Kalbar: Ya Allah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kalbar 24 Jam - 1.500 Orang Pindah Singkawang, WhatsApp Kepala Desa Diretas hingga Wagub Kalbar: Ya Allah.
Beragam informasi, peristiwa dan kejadian menarik mewarnai Kalimantan Barat (Kalbar) dalam kurun waktu 24 jam terakhir sejak di bulan Maret sejak Rabu (20/3/2019).
Baca: ZODIAK Hari Ini, Taurus Pergi ke Tempat Suci dan Leo Dianjurkan Harus Waspada
Baca: Rampok Money Changer, WNA Asal Rusia Meregang Nyawa Terkena Timah Panas di Bali
Baca: Kualfikasi Euro 2020 Dimulai Hari Ini, Berikut Pembagian Grup-nya
Nah, apa saja informasi dan peristiwa populer tersebut.
Berikut tribunpontianak.co.id merangkumnya, Kamis (21/3/2019):
4. 1.500 Orang Pindah Memilih Masuk ke Singkawang
Anggota KPU Singkawang Divisi Data dan Informasi, Umar Faruq.
Sedikitnya 1.500 orang melakukan pindah memilih masuk ke Kota Singkawang dalam Pemilu 2019.
Jumlah tersebut berdasarkan pemilih yang mengurus baik di daerah asal maupun langsung mengurus di daerah tujuan pindah memilih.
Pemilih masuk yang mengurus di daerah asal sebanyak 1.004 pemilih. Dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 671 dan pemilih perempuan berjumlah 333.
"Ini tersebar di 445 TPS, 23 kelurahan dan 5 kecamatan,” kata Anggota KPU Singkawang Divisi Data dan Informasi, Umar Faruq, Rabu (20/3/2019).
Kemudian pemilih pindah memilih masuk yang mengurus di daerah tujuan sebanyak 496 pemilih.
3. Akun WhatsApp Seorang Kepala Desa Diretas dan Minta Transfer Uang, Satu Korban Tertipu
Kepala Desa Padi Kaye, Kecamatan Balai, terpilih, Gadak saat membuat pengaduan di Polsek Balai, Kabupaten Sanggau, Rabu (20/3/2019). |TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Desa terpilih Padi Kaye, Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau, Gadak menyatakan bahwa akun WhatsApp dirinya diretas oleh oknum yang tak bertanggung jawab dan meminta sesuatu yang mengatasnamakan dirinya.
“Melalui Whatsaap dengan menggunakan foto profil saya mengatas namakan untuk meminta sesuatu, ”katanya, Rabu (20/3/2019).
Untuk itulah, ia membuat pengaduan di Polsek Balai (Batang Tarang), karena sudah ada rekannya yang sempat mentransfer uang ke oknum yang mengatasnamakan dirinya.
“Tadi ada teman saya si Agung yang sudah transfer uang ke oknum tersebut sebesar Rp 500 ribu. Kemudian yang pertama kali di WA oknum itu Pak Tony, tapi tidak sampai ke transfer uang,” jelasnya.
Untuk itulah, ia memohon maaf kepada seluruh rekan-rekanya apabila ada orang yang menggunakan nama dirinya untuk meminta-minta sesuatu agar jangan ditanggapi.
2. Bongkar Dugaan Perkosaan Oleh Oknum di Kalbar Korban Wanita Muda! Hotman Paris: Maaf di Polda Kalbar
Bongkar Dugaan Perkosaan Oleh Oknum di Kalbar Korban Wanita Muda! Hotman Paris: Maaf di Polda Kalbar | Screenshot Instagram@hotmanparisofficial
Hotman Paris Hutapea membeberkan kasus dugaan perkosaan oleh oknum kepala desa di Melawi.
Korbannya merupakan wanita muda yang pekan lalu memberi laporannya di Kopi Joni Jakarta.
Menurut Hotman Paris, sebagai tindak lanjut laporan tersebut, Selasa (19/3/2019) siang, wanita muda yang diduga jadi korban perkosaan, mendatangi Polres Melawi, didampingi pengacara dari Jakarta.
Hal inipun diinformasikan Hotman Paris melalui postingan video di akun Instagram @hotmanparisofficial, Selasa (19/3/2019).
Video tersebut dilengkapi dengan caption, ‘Maaf di Polda Kalbar’.
Belum diketahui pasti apan maksud Hotman Paris menulis caption ‘Maaf di Polda Kalbar’.
Karena dalam video tersebut, Hotman Paris hanya menyebut Polres Melawi tanpa ada Polda Kalbar.
Berikut isi pernyataan Hotman Paris dalam video yang ia posting di akun Instagram @hotmanparisofficial.
“Halo!!! Terkait dugaan pemerkosaan oknum aparat kepada wanita muda di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.
1. Penyelundupan 114.699 Ekstasi dan Sabu 107 Kg Terungkap! Wagub Kalbar Sampai Merinding, Ya Allah. .
TIM gabungan BNNP Kalbar, Direktorat Narkoba Polda Kalbar, BNN Kota Pontianak dan BNN Kota Singkawang meringkus dua tersangka bersama barang bukti serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu sebanyak 107 Kg dan 114.699 pil tablet diduga narkotika jenis ekstasi yang dibawa menggunakan 2 unit mobil. Dua tersangka tersebut diringkus di Jalan Raya Sungai Duri, kecamatan Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 14 Maret 2019 lalu. | KOLASE/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Penyelundupan 114.699 Ekstasi dan Sabu 107 Kg Terungkap! Wagub Kalbar
Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan mengaku gemetaran atau merinding ketika mengetahui kronologi dan jumlah narkotika jenis sabu dan ekstasi yang berhasil diungkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalbar dan Polda Kalbar.
BNN Kalbar dan Polda Kalbar menangkap dua warga Batam Hendri (39) alias Muhamad Idris dan Arnoldus Topan (41) alias Ignasius Petrus Loli saat membawa 107 kilogram sabu dan 114.699 butir ekstasi yang disimpan di dalam boks ikan.
Penangkapan dilakukan di depan Indomaret Jl Raya Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kamis (14/3/2019) malam WIB.
"Saya selaku Wakil Gubernur, membaca kronologi dari rilis ini, kemudian melihat banyaknya jumlah barang haram ini, terus terang gemetar. Saya membayangkan ada berapa jiwa yang akan hancur," tutur Norsan saat menghadiri press release dan pemusnahan barang bukti tindak pidana narkotika di kantor BNNP Kalbar, Jl Parit Haji Husein II, Selasa (19/3/2019).
"Dalam hati saya, Ya Allah kalau barang ini sampai lolos bagaimana jadinya," imbuhnya.
Ria Norsan mengatakan, ia berterimakasih kepada BNNP dan jajaran Polda Kaobar yang telah bekerja keras mengungkapnya.
Pesan saya yang terakhir kata dia, laksanakanlah aturan hukum itu dengan sanksi yang sangat berat kepada para pelaku ini, apalagi kita bisa mengungkap siapa otak dibalik ini.
Ria Norsan meminta agar para para pelaku perusak bangsa ini dihukum seberat-beratnya.
Bahkan ia menegaskan kepada pihak kejaksaan agar menjatuhkan hukuman mati kepada otak pelakunya.