Jakius Sinyor Buka Musdat VI DAD Kabupaten Sanggau Tahun 2019
Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau menggelar Musyawarah Adat (Musdat) VI Tahun 2019. Kegiatan berlangsung di Rumah Betang
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Madrosid
Jakius Sinyor Buka Musdat VI DAD Kabupaten Sanggau Tahun 2019
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau menggelar Musyawarah Adat (Musdat) VI Tahun 2019. Kegiatan berlangsung di Rumah Betang Dori Mpulor Sanggau, Selasa (19/3/2019).
Adapun tema dari Musdat VI “Dengan Semangat Kebersamaan Dayak Sanggau Membangun Cita-cita Luhur Bangsa Dayak Yang Bermartabat”. Kegiatan berlangsung dari tanggal 19-20 Maret 2019. Musdat dibuka langsung Ketua DAD Provinsi Kalbar, Jakius Sinyor.
Ketua Panitia Musdat VI DAD Sanggau Tahun 2019, Urbanus berharap dengan digelarnya Musdat VI DAD Kabupaten Sanggau Tahun 2019 ini, lima tahun kedepan DAD Sanggau memiliki pemimpin baru dan program kerja yang bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa dayak kedepan.
Baca: Iwapi Fasilitasi Anggota Akses Pembiayaan Dengan Bunga Murah
Baca: TRIBUN WIKI: Rumah Singgah dan Restoran Bukit Paoh, Ada Kolam Renang dan Homestay
Baca: DPRD Kayong Utara Sebut Sistem BPJS Ada yang Salah
“Dalam kegiatan ini juga digelar beberapa kegiatan seperti perumusan arah kerja DAD Kabupaten Sanggau, Pemilihan Pengurus Baru DAD Kabupaten Sanggau periode 2019, ”katanya.
Untuk itulah, Mantan Anggota DPRD Sanggau itu berharap agar pelaksanaan Musdat ini berjalan dengan aman, lancar dan tertib.
Ketua DAD Kabupaten Sanggau, Yohanes Ontot menyampaikan, Pemerintah memberikan ruang yang besar kepada seluruh masyarakat adat, baik dayak, melayu, tionghoa, jawa dan lainya.
“Oleh karena itu, Pemerintah berharap agar lembaga ini menjadi lembaga yang besar, yang mampu untuk menjaga, memelihara kebersamaan didalam masyarakat adat itu sendiri, ”katanya.
Kemudian, lanjut Wakil Bupati Sanggau itu, mampu menjaga dan memelihara kebersamaan dalam keberagaman dimanapun masyarakat adat dayak itu berada.
Sementara itu, Ketua DAD Provinsi Kalbar, Jakius Sinyor menegaskan, Orang dayak itu jangan lagi berkotak-kotak tentang bicara agama. Pada orang dayak itu ada yang katolik, kristen, islam dan sebagainya.
“Tapi kalau dia mengatakan dayak ya tetap dayak. Kalau agama itu pilihan. Kita tidak bisa menyangkal, nah kalau masih berkotak tidak akan bersatu, itu tantangan, ”tuturnya.
Selain itu, Jakius juga berharap agar tidak berkotak-kotak lagi, misalnya, bahwa saya ini dari Tanjung, dari Belitang, dari Jangkang, Sanggau, Landak.
Baca: Tiga Kali Bobol Rumah Kosong yang Sama, Akhirnya Dua Tesangka Berhasil Ditangkap Polisi
Baca: VIDEO: KPU Kayong Utara Gelar Pleno Rekapitulasi DPTb Tahap 2
Baca: DPTb Ditutup, Pokja: Maksimalkan DPK
“Kalau kita masih berkotak-kotak wilayah, menyatukanya ini berat. Itu bicara masalah wilayah, belum lagi bicara masalah sektor yang lain, menyangkut sub suku tadi. Bayangkan ada 118 sub suku, bagaimana kita menyatukan itu, ”tegasnya.
Jakius juga berharap dengan adanya DAD ini juga bisa berkerjasama dengan pemerintah. Tidak hanya bicara masalah adat saja, tapi bagaimana kita bersama-sama membantu pemerintah.
“Kemudian, di tahun 2019 ini merupakan tahun politik, kita berharap agar kita tetap jaga keamanan, ”harapnya.