Citizen Reporter

Aidenvironment Fasilitasi Pelatihan Budidaya Perikanan Air Tawar di Desa Tanjung Medan

Pelatihan tersebut di hadiri Kades beserta Perangkat Desa, BPD, tokoh masyararakat, Kelompok Perikanan yakni Medan Sejahtera Berkembang

Aidenvironment Fasilitasi Pelatihan Budidaya Perikanan Air Tawar di Desa Tanjung Medan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Antusias peserta dalam Pelatihan Budidaya Perikanan Air Tawar yang Berkelanjutan di Desa Tanjung Medan 25-28 Februari 2018. 

"Pengembangan potensi ikan air tawar menjadi peluang ekonomi masyarakat serta menambah mata pencaharian, semoga kedepan bisa menjadi salah satu komoditas unggulan desa," harap Firdaus.

Antusias peserta dalam Pelatihan Budidaya Perikanan Air Tawar yang Berkelanjutan di Desa Tanjung Medan 25-28 Februari 2018.
Antusias peserta dalam Pelatihan Budidaya Perikanan Air Tawar yang Berkelanjutan di Desa Tanjung Medan 25-28 Februari 2018. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA)

Sementara itu Eka Kurnia dari Aidenvironment menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salahsatu upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan budidaya ikan air tawar, agar mereka mengerti teknik-teknik apa saja yang harus di lakukan budidaya ikan air tawar.

Selain itu pula di topang dengan kondisi geografis desa yang sangat mendukung yang berada di aliran sungai pawan.

"Potensi air sungai dan lahan masyarakat yang ada tentunya menjadi peluang untuk di kembangkan, makanya dari kami mencoba menghadirkan narasumber yang sudah berpengalaman mengenai hal ini, agar peserta nanti mengetahui seperti apa-apa saja tahapan yang perlu di lakukan dalam melakukan budidaya ikan air tawar," jelasnya.

Ditempat yang sama H. Muhammad Abduh memaparkan bahwa, budidaya ikan air tawar tidak terlalu rumit dan peluang pasar untuk konsumsi sangat tinggi permintaan di tingkat konsumen.

"Proses untuk budidaya ikan tawar itu ada empat sasaran yang di kembangkan mulai dari pembenihan, pengembang biakan, pengemasan dan pengolahan produk. Untuk saat ini permintaan konsumen jenis ikan air tawar sangat tinggi seperti jenis ikan lele, untuk di Ketapang saja bisa kita lihat hampir 80 an rumah makan lamongan yang menyediakan pecel lele tentunya dalam sehari bisa 7 hingga 8 kg mereka butuhkan, kalau sebulan sudah berapa," ujar Abduh.

Ia menambahkan pula bahwa untuk pelatihan beberapa hari ini mengenai bagaimana teknik-teknik melakukan pembenihan ikan air tawar jenis lele sangkuriang, mulai dari proses praktek penyiapan kolam hingga proses pemijahan.

"Untuk saat ini indukan yang saya bawa jenis ikan lele sangkuriang, nantinya akan kita coba mempraktekkan proses pembenihan dari indukan tersebut. Untuk satu indukan saja di perkirakan bisa mencapai 40 sampai 50 ribu benih yang bisa di hasilkan," ujar Kang Acil sapaan akrabnya.

Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak:

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved