Over Kapasitas, Menkumham: Mayoritas Diisi Narapidana Kasus Narkoba

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabupaten Mempawah over kapasitas, Rabu (20/2/2019).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/David Nurfianto
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamongan Laoly saat diwawancarai, di Kantin Bestari, Jalan Adiwijaya Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, Selasa (19/2/2019). 

Selain itu, Yasonna menuturkan pihaknya juga telah melakukan upaya, dengan meredistribusikan kedaerah kosong. Namun memang setelah didistribusi, kondisinya tetap saja penuh.

"Jika memang untuk penambahan lapas, penambahan ruangan atau blok, kemampuan finansial anggaran kita untuk menambah itu tidak sebanding dengan percepatan angka kriminalitas," jelasnya.

Dalam hal ini, Yasonna menegaskan pengguna narkoba sudah seharusnya di rehabilitasi, karena kalau orang orang yang kecanduan ditaruh didalam akan jadi masalah.

"Tapi bandarnya memang harus kita hukum berat, percepatan napi narkoba ini yang buat kita banyak over kapacitas," ungkap Yasonna.

Dalam memberantas pengedaran narkoba, Yasonna mengatakan bahwa tidak bisa hanya dilakukan dalam bentuk penindakan hukum.

Namun juga harus dilakukan dalam bentuk pendidikan atau pencegahan, karena itu menjadi sesuatu yang yang penting dalam menelan kasus narkoba.

"Saya harap BNN Mempawah, bisa mensosialisasikan tentang bahaya narkotika kepada masyarakat. Tujuannya agar tidak ada lagi masyarakat yang terjerat narkoba," tegas Yasonna.

Yasonna menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan merevisi undang-undang narkoba.

"Dan disitu juga penting nya karena juga ada persoalan yang, ya pasal yang harus kita revisi," pungkas Yasonna.

Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved