Penemuan Mayat

Dokter Ahli Forensik RSUD Soedarso Sebut Kematian Korban Identik Akibat Gantung Diri

Mayat wanita paruh baya yang ditemukan sudah tidak bernyawa dala rumahnya di Komplek Purnama Agung VII, Jalan Purnama

Dokter Ahli Forensik RSUD Soedarso Sebut Kematian Korban Identik Akibat Gantung Diri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Mayat korban diduga gantung diri dibawa ke RSUD dr Sudarso untuk dilakukan visum oleh dokter ahli forensik, Selasa (19/2/2019) malam. 

Dokter Ahli Forensik RSUD Seodarso Sebut Kematian Korban Identik Dengan Gantung Diri

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mayat wanita paruh baya yang ditemukan sudah tidak bernyawa dala rumahnya di Komplek Purnama Agung VII, Jalan Purnama, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, dibawa ke RSUD dr Soedarso untuk dilakukan visum, Selasa (19/2/2019) malam.

Sebelumnya mayat wanita itu ditemukan dalam kondisi bergantung pada seutas tali plastik rapia di ventilasi kamar di dalam rumahnya dan darah berceceran dimana mana.

Atas permintaan keluarganya mayat wanita itu dibawa ke Ruma Duka Santo Mikael samping RS Antonius, saat sampai disana sempat berada sekitar dua puluh menit didalam ambulance sebelum dipindahkan.

Baca: VIDEO: Dokter Ahli Forensik RSUD Sudarso Beberkan Hasil Visum Mayat di Purnama

Baca: TERPOPULER - 3 Warga Benua Lain Semarakkan Cap Go Meh , Zodiak, Prediksi Atletico Madrid Vs Juventus

Baca: RAMALAN ZODIAK Rabu (20/2), Virgo Tampak Bersinar, Asmara Capricorn Alami Perubahan yang Bermakna

Masih belum puas dengan penyebab kematian wanita itu, demi kepentingan penyelidikan, akhirnya mayat wanita itu dibawa ke RSUD dr Sudarso untuk dilakukan visum.

Dokter ahli forensik RSUD dr Soedarso Dr Monang Siahaan MKed (For) SpF, mengatakan bahwa hasil visum luar, tidak ada tanda-tanda kekerasan dari pihak luar yang dialami korban.

"Pertama tanda-tanda kekerasan yang dialami korban tidak ada dari pihak luar, itu yang paling penting," ujarnya Selasa (19/2/2019) malam kepada awak media.

Dr Monang mengatakan tanda-tanda kekerasan yang dialami korban dilakukan oleh korban sendiri.

"Tanda-tanda kekerasan itu berlangsung pada diri korban sendiri, dalam artian itu adalah perlakuan korban sendiri," ungkapnya.

Hasil sementara visum luar menunjukkan adanya tanda-tanda yang identik dengan gantung diri.

"Gambaran perlakuan kekerasan yang dilakukan korban pada dirinya sendiri yaitu ada jejas di leher, itu biasanya identik dengan gantung diri," kata dr Monang.

Namun Dr Monang harus memastikan apakah korban bunuh diri atau dibunuh orang, harus dilakukan autopsoi.

"Nah, gantung dirinya itu, si korban menggantung dirinya sendiri atau digantung oleh orang lain itu perlu pembuktian dengan autopsi," terangnya.

Dr Monang akan mengkaji ulang dan mendalami jejak kematian korban.

"Besok akan coba saya kaji ulang dan menggali lagi dari teman-teman penyidik, seperti data dari TKP, perjalanan dari TKP sampai kesini, begitu," tuturnya.

Dr Monang menjelaskan bahwa hasil autopsi nantinya akan memastikan penyebab kematian korban.

"Yang pasti autopsi akan lebih memperjelas, dari hasil autopsi ini nantilah yang akan membuka tabir fakta sebab meninggalnya korban, yang baru saja saya lakukan hanya visum luar saja," tuturnya.

Hasil visum luar dokter ahli forensik menemukan dua luka di anggota tubuh korban.

"Dari hasil visum luar tadi, lukanya hanya ada dua, di tangan kanan dan tangan kiri doang, itu saja, yang lain-lain tidak ada," ujarnya.

Namun Dr Monang belum membuat kesimpulan penyebab pasti kematian korban.

"Sementara belum ada kesimpulan penyebab pastinya korban ini meninggal," tandasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved