Breaking News:

Si Manis yang Nasibnya Kini Tak Lagi Manis

Si Manis atau dalam bahasa latinnya Manis javanica dan dalam Bahasa Inggrisnya disebut dengan nama Sunda Pangolin atau Malayan Pangolin

Foto Dok. Yayasan Palung
Si Manis Javanica (Trenggiling) 

Citizen Reporter
Media Relation Yayasan Palung
Petrus Kanisius

Si Manis yang Nasibnya Kini Tak Lagi Manis

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Si Manis atau dalam bahasa latinnya Manis javanica dan dalam Bahasa Inggrisnya disebut dengan nama Sunda Pangolin atau Malayan Pangolin, yang dalam bahasa Indonesia disebut trenggiling, saat ini (kini) nasibnya tak lagi manis.

Setiap tanggal 16 Februari 2019, Dunia selalu memperingati dan mengingatkan kepada kita terkait Hari Trenggiling (Pongolin Day). Banyak hal di hari Pongolin Day ini kita diingatkan terkait banyak yang menyebabkan si manis nasibnya kini tak lagi manis kini.

Persoalan utama hewan pemakan rayap dan semut tersebut tak lain diambang terancam punah karena habitat dan populasi mereka dari tahun ke tahun semakin menurun.

Hilangnya sebagian besar luasan tutupan hutan menjadi penyebab utama si manis kini nasibnya semakin memprihatinkan karena mereka sudah semakin sulit untuk hidup di rumahnya.

Baca: Begini Sosok Almarhum H Mulyadi H Djantan Dimata Ketua DPRD

Baca: Alpian: Almarhum Adalah Sosok Pengganti Orangtua Kami

Baca: Kreatif! Medali Olimpiade Paralimpik 2020 Dibuat Dari Ponsel Bekas

Baca: Menakjubkan, Desain Pembangunan Bandara Baru Kota Singkawang

Hal lainnya lagi diperparah oleh masih seringnya terjadi kasus-kasus perburuan, perdagangan serta nasib tragisnya lagi daging-daging trenggiling dikonsumsi dan sisik-sisiknya diperjualbelikan.

Perdagangan sisik si manis (trenggiling) yang semakin masif dan merajalela terjadi, demikian juga para pemburu yang tanpa ragu terus mencari dan memburu seolah tanpa ada menaruh rasa iba dan rasa akan nasib keberlanjutan mereka (si manis/trenggiling) nantinya.

Mengutip dari laman tirto.id, terkait perdagangan tehadap si manis menyebutkan data yang dikumpulkan oleh peneliti dari berbagai sumber menyatakan ada 111 catatan penyitaan terhdap trenggiling dalam jangka waktu 6 tahun.

Indonesia disebut sebagai negara pemasok, tempat penyitaan, dan dalam satu kasus, sebagai negara tujuan.

Halaman
123
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved