Turun 2,34 Persen, Harga CPO Diprediksi Masuk Tren Bearis

harga CPO kontrak pengiriman April 2019 di Malaysia Derivative Exchange turun 0,08 persen ke level RM 2.252 per metrik ton

Turun 2,34 Persen, Harga CPO Diprediksi Masuk Tren Bearis
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
ilustrasi - Petani Sawit Sedang Mengumpulkan Tandan Buah Segar (TBS), di Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak. 

Turun 2,34 Persen, Harga CPO Diprediksi Masuk Tren Bearis

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Ketidakpastian ekonomi global imbas perang dagang telah menekan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Tak hanya ketidakpastian negosiasi dagang, ditolaknya Brexit yang masih terus bergulir pun mengkhawatirkan pasar. Sehingga harga CPO diperkirakan masih lunglai.

Mengutip Kontan, Rabu (13/2) pukul 17.00 WIB, harga CPO kontrak pengiriman April 2019 di Malaysia Derivative Exchange turun 0,08 persen ke level RM 2.252 per metrik ton. Sepekan pun harga CPO turun 2,34 persen.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim menganggap sentimen perang dagang adalah pemicu utama pelemahan harga CPO. Ibrahim melihat bahwa adanya isu pertemuan perwakilan perang dagang dan Presiden China itu masih dikhawatirkan oleh pelaku pasar.

Baca: Lima Hari Terakhir IHSG Melemah, 208 Saham Memerah

Baca: PREDIKSI Skor Lazio Vs Sevilla, H2H & Link LIVE Streaming Leg 1 Liga Europa (15/2) Jam 00.55 WIB

Baca: Presiden Jokowi Perintahkan Menteri Pratikno Bantu Kebutuhan Perawatan Ani Yudhoyono

Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin bersama dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, tiba di Beijing pada hari Selasa (12/2). Mereka dijadwalkan mengadakan pembicaraan pada hari Kamis dan Jumat dengan Wakil Perdana Menteri Liu He, penasihat ekonomi utama Xi.

“Kabar pertemuan terus berhembus, namun kesepakatan belum juntrung ada. Apakah tanggal 2 Maret akan dikenakan tarif impor barang China oleh AS, itu juga masih belum pasti. Jika tidak ada pengenaan tarif impor maka China akan mengimpor kedelai tiga kali besar, dan ini bisa menguatkan harga CPO. Begitupun sebaliknya,” pungkas Ibrahim.

Tak hanya kondisi perang dagang yang masih bergulir, Ibrahim mencatat, pasar juga masih mengkhawatirkan kondisi Brexit.

Sebelumnya, Perdana Menteri Theresa May kerap mencari dukungan beberapa negara agar proposal keluarnya Inggris tanpa kesepakatan disetujui.

Hanya saja, Ibrahim mencatat bahwa ada indikasi pertemuan Theresa May dengan parlemen Uni Eropa masih berujung negatif. “Jadi saat ini pasar masih fokus ke permasalahan Brexit ditengah menunggu hasil perang dagang juga,” imbuh Ibrahim.

Melihat kondisi global yang masih dikhawatirkan pasar, Ibrahim memperkirakan harga CPO masih masuk tren bearish. Ibrahim memproyeksi harga CPO bergerak di rentang RM 2.235 sampai RM 2.275 per metrik ton. Sementara dalam sepekan, harga semakin turun di level RM 2.210 sampai RM 2.280 per metrik ton.

Secara teknikal, Ibrahim melihat bollinger band dan moving average 10 persen di bawah bollinger bawah. Stochastic dan MACD 60 persen positif. Sementara RSI 70 persen negatif. Ia pun merekomendasikan sell untuk komoditas CPO.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Harga CPO tertekan sentimen perang dagang https://industri.kontan.co.id/news/harga-cpo-tertekan-sentimen-perang-dagang 

Editor: Maskartini
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved