Breaking News:

Melihat Surga Kecil yang Tersembunyi di Gunung Palung

Ragam tumbuhan, pohon dan satwa berpadu menyatu. Tak ubah melihat surga kecil yang tersembunyi.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Air Terjun RH di cabang Panti Gunung Palung. 

Kami, harus rela basah-basahan, tetapi segar walau pun nafas tersengal-sengal mungkin karena faktor sudah jarang ke hutan dan lainnya karena pengaruh usia (tetapi sejujurnya relatif, karena teman-teman yang diatas usia saya mereka tampak semangat dan kuat untuk berjalan sejauh itu).

Saat malam pertama kami berada di Camp Penelitian Cabang Panti, setelah makan malam, teman-teman peneliti mengajak kami untuk bernyanyi bersama yang pasti nyanyi untuk mengisi waktu dan menyegarkan segala pemikiran dari hiruk pikuk kota.

Baca: Nongkrong Asyik di Warkop Kopi Rumpun Singkawang

Baca: Cari Alamat Kantor Pos Sanggau? Disini Lokasinya  

Baca: Ani Yudhoyono Terbaring Sakit, Politisi Kalbar Asal Demokrat Mohon Doa

Setelah bernyanyi, kami melanjutkan untuk menonton film hiburan dan film lingkungan. Beberapa teman-teman ada juga yang bermain remi box dan gaplek dan ada pula yang memilih tidur awal karena capek dalam perjalanan.

Selama 2 hari kami melaksanakan rapat tahunan sekaligus merencanakan untuk kegiatan 1 tahun kedepan. Sisa waktu setelah rapat tahunan, kami diberikan kesempatan untuk ikut peneliti mengikuti/meneliti orangutan yang ada di jalur-jalur yang ada di Taman Nasional Gunung Palung.

Beberapa teman-teman bertemu dengan kelempiau, kelasi suara enggang, ayam hutan tetapi sayang tidak bisa mendokumentasikannya.

Sayangnya juga kami tidak bisa berjumpa dengan orangutan karena musim buah raya telah berakhir, jadi sedikit sulit untuk melihat orangutan dengan bebas menampakan dirinya.

Yang paling sering menampakan diri kepada kami adalah jenis burung kecil seperti raja udang, trogon dan ada pula tupai dan bajing. Ada pula teman yang berjumpa secara tidak sengaja dengan ular hijau.

Hari berikutnya, Selasa (05/02), kami berkesempatan untuk berkunjung ke air terjun. Teman-teman diminta untuk memilih berkunjung ke 2 air terjun (jalur RH dan jalur LC). Jalur RH merupakan air terjun yang jaraknya cukup jauh, sekitar satu jam setengah dari Camp Cabang Panti. Sedangkan jalur LC jalurnya cukup dekat dari Camp dan ketinggiannya lebih rendah dari RH.

Tak hanya indah dan segarnya air terjun, tetapi beragam tumbuhan dan pohon tumbuh di sekitar air terjun. Air terjun di RH ketinggiannya 10 meter. Beberapa teman-teman pun berani untuk melompat air terjun tersebut. Sangat menantang adu nyali.

“mungkin 1 detik nyawa sempat hilang ketika melompat di air terjun”, ujar Hendri Gunawan. Hal yang sama juga dirasakan Simon, selain adu nyali, rasa hilang semua rasanya, pas kena air baru sadar.

Baca: Wabup Effendi Minta DPMPTSP Sosialisasikan Aplikasi SiCANTIK Cloud

Baca: Kapolda Kalbar Resmikan 105 Bangunan ‎Fasilitas Kepolisian Tahun 2018

Halaman
1234
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved