BSSN Akan Gandeng Pemerintah Daerah Lawan Serangan Siber yang Makin Masif
jumlah total serangan yang menyerang Indonesia pada 21 sensor yang telah terpasang yaitu sebanyak 12.895.554 serangan
BSSN Akan Gandeng Pemerintah Daerah Lawan Serangan Siber yang Makin Masif
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Lembaga Sandi Negara (LSN) kini berganti nama menjadi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Pergantian nama tersebut diungkapkan Kepala BSSN, Djoko Setiadi seiring dengan perkembangan teknologi informasi sekaligus ancaman yang di dalamnya.
Ancaman terbesar yang dihadapi sejumlah negara saat ini adalah serangan siber dan malware.
Terlebih, serangan siber katanya kini memiliki spektrum yang sangat lebar, seperti halnya serangan malware yang menimpa Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais dan Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita pada tahun 2017 lalu.
Seluruh pemberkasan dilakukan secara manual hingga akhirnya proteksi lewat firewall dioptimalisasi.
"Sebagaimana diketahui, BSSN merupakan revitalisasi dari Lembaga Sandi Negara, Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) dan Direktorat keamanan informasi, Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika. Seluruhnya digabung menjadi BSSN," ungkapnya di forum Cyber Corner, Restoran Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (7/2/2019).
Baca: BREAKING NEWS - Pedagang Langsat Tangkap Pelaku Pengedar Uang Palsu Rp 100 Ribu
Honeypot Project
Lewat penggabungan tersebut, kini pihaknya tengah menjalankan Honeynet Project bersama Indonesia Honeynet Project (IHP).
Kerjasama pun berhasil dilakukan, tercatat ada sebanyak 21 titik Honeypot yang tersebar di enam titik di seluruh Nusantara.
"Honey pot adalah sebuah sistem yang dirancang untuk memikat penyerang. Sistem ini memiliki fungsi untuk memberikan interaksi yang sama dengan sistem yang asli, sehingga penyerang tidak menyadari sudah masuk dalam perangkap," jelasnya.
Terkait hal tersebut, pengembangan akan dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah sebagai bentuk langkah proteksi daerah terkait keamanan Siber.
Lewat upaya tersebut, dirinya berharap BSSN Honeypot dapat tersebar di seluruh Nusantara, mewakili lokus stakeholder nasional.
Tidak hanya sebatas membangun infrastruktur serta pelatihan terkait pengelolaan Honeypot, BSSN membentuk tim bernama Govemment Computer Security Incident Responce Team (CSIRT) yang bertugas khusus menangani insiden Siber yang menyerang masing-masing institusi.
Baca: Berbeda dengan PKS, PKB Siap Kawal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual hingga Pengesahan
Baca: Wabup Effendi Harap Kayong Utara Bersih Narkoba dan Minol
Serangan Terbesar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-badan-siber-dan-sandi-negara-bssn-mayjen-tni-purn-djoko-setiadi.jpg)