IMLEK 2019 - Simbol Unik dan Pernak-pernik Khas Imlek Serta Maknanya yang Belum Kamu Ketahui

Orang Tionghoa memang menyukai warna merah karena melambangkan kebahagiaan, antusiasme, semangat, dan keberuntungan.

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
chinesenewyear.net
IMLEK 2019 - Simbol Unik dan Pernak-pernik Khas Imlek Serta Maknanya yang Belum Kamu Ketahui 

Oleh karena itu, memiliki pohon kumquat di rumah melambangkan keinginan untuk kekayaan dan keberuntungan.

Pohon Kumquat adalah tanaman yang sangat populer dipajang selama liburan Tahun Baru Imlek, terutama di daerah berbahasa Korsel di Hong Kong, Macau, Guangdong, dan Guangxi.

Fu berarti 'nasib baik', dan memposting karakter secara terbalik berarti mereka ingin 'keberuntungan' untuk "mencurahkan" pada mereka.

Sisi kanan karakter pada awalnya adalah pictogram untuk toples.

Jadi dengan membalikkan karakter itu berarti mereka "menuangkan" toples keberuntungan pada mereka yang datang melalui pintu!

7.  Bunga Mekar / Mei Hwa

Karyawati Imlek Palace berpose dengan rangkaian bunga-bunga Mei Hwa yang dijual di lantai dasar Ayani Megamal Pontianak itu, Rabu (10/01/2018).
Karyawati Imlek Palace berpose dengan rangkaian bunga-bunga Mei Hwa yang dijual di lantai dasar Ayani Megamal Pontianak itu, Rabu (10/01/2018). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISHAK)

Tahun Baru Cina, jika dinegara China menandai awal musim semi.

Sudah biasa menghiasi rumah-rumah dengan bunga-bunga mekar, yang melambangkan kedatangan musim semi dan harapan untuk tahun baru yang makmur.

Tanaman mekar yang paling populer digunakan secara tradisional selama periode ini adalah: cabang bunga prem, anggrek, peony, dan bunga persik.

Di Indonesia, lebih dikenal dengan pemasangan pohon bunga Mei Hwa atau yang dikenal dengan pohon angpau bentuknya mirip dengan bunga sakura yang berwarna pink atau merah. 

Nah sementara dibawah ini adalah pernak-pernik yang selalu khas saat perayaan imlek di Indonesia.

8.  Angpao

Angpao
Angpao (TRIBUNNEWS.COM)

Angpao jadi satu yang cukup khas dan identik dengan momentum tahun baru Imlek.

Lantas, apa sebenarnya yang mendasari popularitas angpao sebagai satu dari perkara identik dengan momen Imlek itu?.

"Angpao memang selalu ada saat tahun baru Imlek. Sudah menjadi tradisi yang terus dijaga turun temurun," ujar owner toko, A Tie,  A Tie (50) di Pontianak beberapa waktu lalu

Lebih lanjut, tradisi bagi-bagi angpao ini menurutnya tak ada kaitannya dengan ritual agama tertentu dalam rayakan pergantian tahun pada penanggalan Tiongkok klasik ini.

Namun, kebahagiaan dan makna simbolik di dalamnya lah yang membuat bagi-bagi angpao ini menjadi begitu berarti di setiap tahun baru Imlek.

Angpao, adalah bentuk kasih sayang dari dewasa kepada anak-anak. Sedangkan bagi anak-anak, angpao adalah sebuah kebahagiaan. Sedangkan bagi orang dewasa, angpao juga punya makna filosofis lainnya.

Selain berbagi kebahagiaan, bagi-bagi angpao adalah ungkapan rasa syukur dengan berbagi kebahagiaan kepada sesama dan orang-orang terkasih.

Rasa syukur telah melewati 360 an hari dengan penuh kebaikan pada tahun sebelumnya.

Sekaligus sebuah pengharapan 360 an hari berikutnya di tahun selanjutnya yang penuh dengan kemakmuran dan kebahagiaan.

9. Kue Keranjang

Kue Keranjang makanan khas Imlek.
Kue Keranjang makanan khas Imlek. (TRIBUN PONTIANAK/ FERRYANTO)

Kue berwarna cokelat bulat ini dibuat dari tepung ketan dan gula.

Disebut kue keranjang karena dibuat dalam cetakan berbentuk keranjang.

Bentuk bulat dari kue ini memiliki arti agar keluarga yang menikmati hidangan kue keranjang bisa hidup bersama, penuh tekad dan rukun selalu dalam satu tahun mendatang.

10.  Barongsai

Grup barongsai beratraksi saat final pertandingan barongsai Mandiri Barongsai Festival IV di Jalan Diponegoro, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (3/3/2018) pagi. Dalam sambutannya Hery Gunardi, Direktur Distribution PT Bank Mandiri mengatakan festival pertandingan barongsai di Pontianak dapat ditingkatkan menjadi pertandingan skala nasional hingga internasional.
Grup barongsai beratraksi saat final pertandingan barongsai Mandiri Barongsai Festival IV di Jalan Diponegoro, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (3/3/2018) pagi. Dalam sambutannya Hery Gunardi, Direktur Distribution PT Bank Mandiri mengatakan festival pertandingan barongsai di Pontianak dapat ditingkatkan menjadi pertandingan skala nasional hingga internasional. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Dalam sejarahnya Tarian barongsai dilakukan untuk mengusir roh-roh jahat.

Dilansir dari buku 5000 Tahun Ensiklopedia Tionghua 1 karya Christine dan kawan kawan, terbitan St Dominic Publishing tahun 2015 menurut kepercayaan leluhur (China), awal tahun baru adalah masa di mana para dewa dewi kembali ke kahyangan untuk melapor ke Kaisar Langit.

Maka saat ini roh-roh jahat di dunia menjadi semakin ganas karena tidak ada yang mengendalikan mereka ketika dewa-dewi rapat di kahyangan.

Oleh sebab itu orang China kuno mengadakan tarian barongsai yang telah diberkati di klenteng untuk mengusir setan.

Semoga bermanfaat!

Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved