Bupati Sebut Penghasilan PDAM Sanggau Bocor, Ini Upaya Direktur Baru untuk Menekannya?

Bupati Sanggau, Paolus Hadi secara resmi melantik Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pancur Aji Sanggau, Yohanes Andriyus Wijaya

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Muhammad Firdaus
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hendri Chornelius
Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat melantik Direktur PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau di aula kantor Bupati Sanggau, Selasa (29/1/2019). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Bupati Sanggau, Paolus Hadi secara resmi melantik Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pancur Aji Kabupaten Sanggau, Yohanes Andriyus Wijaya. Direktur untuk masa jabatan 2018-2023 dilantik, di aula kantor Bupati Sanggau, Selasa (29/01/2019) kemarin.

Pengambilan sumpah/janji dan pelantikan juga dihadiri Wabup Sanggau, Yohanes Ontot, dan jajaran Forkopimda Sanggau lainnya. Selain itu juga dihadiri jajaran OPD di lingkungan Pemkab Sanggau, para pegawai PDAM Sanggau dan undangan lainnya.

Bupati Paolus Hadi menegaskan, kondisi PDAM dalam lima tahun terakhir masih dalam keadaan sakit. Ditegaskan, ini menjadi tantangan direktur baru untuk menjadi sehat.

Lanjutnya, direktur terpilih sudah melalui seleksi. Ia yakin, sosok terpilih karena pertimbangan-pertimbangan panitia seleksi (Pansel), termasuk pemahaman terhadap kondisi PDAM.

“Saya harapkan agar segera perbaikan. Ini perusahaan, sederhananya kalau yang namanya perusahaan itu lebih bermartabat dibanding dengan UKM. Tapi, kalian boleh lihat, setelah ini Pak Direktur cek kantornya, apakah bermartabat sebagai sebuah perusahaan, kalah dengan kantor UMKM,” tegasnya.

Baca: Heboh Pentol Kuah Daging Tikus, BPOM Sampaikan Hasil Uji Laboratorium

Lanjut, PH sapaan akrabnya mengaku sedih ketika dirinya datang ke kantor PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau. Ia menilai, performa penting. Untuk itu, ia meminta agar direktur yang baru melakukan evaluasi.

“Jangan bertentangan dengan kewenangan yang harusnya disetujui Bupati. Termasuk asset-asset, keberadaan karyawan maupun staf yang ada. Silakan saudara untuk mengaturnya lebih supaya hasilnya ada. Jangan biarkan orang yang tidak sesuai dengan ahlinya saudara tempatkan di situ,” tuturnya.

Bupati juga meminta agar melakukan perubahan besar di internal PDAM. Karena, diungkapkan, kendala PDAM satu di antaranya biaya yang lebih besar dari penghasilan.

“Penghasilan masih ada yang bocor, air terutama. Masih banyak keluhan masyarakat. Dan kita agak lambat penambahan-penambahan pelanggan,” ujarnya.

Percepatan, lanjutnya, ditunggu dua tahun. Ia juga berharap, tolong karyawan PDAM juga membantu direktur baru.

“Ini sudah periode kedua saya, kalau masih PDAM begini terus, dan saya mengapresiasi perkembangan-perkembangan tapi belum seperti komitmen yang sudah dibuat,” katanya.

Untuk itulah, ia berharap performa PDAM lebih baik dan kerjanya ditingkatkan. Ia juga tak ingin direktur yang baru berdebat soal harga dengan dirinya jika kualitas belum bisa diperkuat.

“Dan jangan bilang ngomongnya harga jual kita rendah, tapi pelayanan kita tidak baik. Karena itu yang selalu diperdebatkan dari dulu dengan saya, tapi saya bilang coba perbaiki, baru bisa bilang pelanggan, kami naikkan harga,” ujarnya.

“Tapi kemarin, Pansel laporkan kepada saya, rata-rata calon direktur bilang bukan masalah harga, tapi masih banyak hal yang harus dibenahi di dalam. Itu komitmen yang harus saya pegang,” tambahanya.

Demikian juga OPD terkait, ia juga berpesan agar membantu PDAM untuk berkaitan dengan infrastrukturnya. “Direktur tidak hanya pandai di dalam, saya minta berani keluar dan berkoordinasi dengan OPD sampai ke tingkat camat,” imbuhnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved