PLN Imbau Warga Periksa Instalasi Listrik Berkala

Krsleting listrik itu sendiri disebabkan oleh banyak faktor, satu di antarnya mungkin kondisi instalasi listrik di rumah warga yang kurang baik

PLN Imbau Warga Periksa Instalasi Listrik Berkala
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kondisi di lokasi bekas terbakarnya belasan rumah di Gang Ramin, Jalan HOS Cokroaminoto, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (22/1/2019) siang. Kebakaran di perumahan padat penduduk dan terjadi pada dini hari tersebut membuat api tidak dapat cepat diatasi, dan banyak penghuni rumah yang tidak dapat menyelamatkan harta benda mereka. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Peristiwa kebakaran yang terjadi pada 11 rumah warga di Gang Ramin, Jalan Merdeka Pontianak, Selasa (22/1/2019) dini hari menyisakan duka mendalam.

Sebelumnya Kapolsek Pontianak Kota Kompol Abdullah Syam mengungkapkan bahwa kebakaran ini terjadi akibat konseleting listrik di salah satu rumah warga.

Humas PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalimantan Barat Hendra Fattah menjelaskan korsleting listrik atau lebih dikenal dengan arus pendek sering kali terdengar sebagai penyebab terjadinya kebakaran.

Baca: Kondisi Bekas Kebakaran di Gang Ramin

Baca: UPDATE Kebakaran 11 Rumah di Merdeka Timur, 3 Balita dan Belasan Anak Sekolah jadi Korban

Baca: Warga Buka Posko Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Jalan Merdeka

Sebenarnya terjadinya korsleting listrik itu sendiri disebabkan oleh banyak faktor, satu di antarnya mungkin kondisi instalasi listrik di rumah warga yang kurang baik. Bisa karena kualitas kabel yang digunakan yang tidak sesuai standar (SNI), atau teknis pemasangan instalasinya yang tidak benar.

“Bisa juga penggunaan listrik yang kurang bijak, seperti menyambung atau memperluas instalasi listrik dirumah tidak dengan cara yang benar, atau yang lebih sering terjadi adalah menumpuk penggunaan colokan (stecker) secara berlebihan. Misal, disatu stop kontak digunakan menumpuk peralatan listrik, hal ini tentunya bisa menyebabkan panas hingga terjadinya korsleting listrik,” ungkap Hendra kepada tribunpontianak.co.id, Selasa (22/1).

Dia pun mengingatkan bahwa usia instalasi listrik di rumah perlu pula diperhatikan. Disarankan jika usia instalasi rumah sudah diatas 10 atau 15 tahun sebaiknya lakukan pemeriksaan ulang dengan meminta bantuan tenaga instalatir yang berkompeten untuk memastikan seluruh instalasi masih dalam keadaan baik. Jika terlihat sudah tidak kondusif sebaiknya segera lakukan perbaikan.

“Hal termudah yang harus dilakukan adalah segera lapor jika terlihat atau terdapat potensi terjadinya korsleting listrik. Bisa melalui Call Center 0561 123 atau segera lapor ke kantor layanan pln terdekat. Segeta matikan/jatuhkan stozt (MCB) jika terjadi potensi korsleting listrik di rumah Anda, dan segera laporkan,” sarannya.

Selain itu lanjut Hendar, pelanggan harus memastikan instalasi listrik yang terpasang di rumah masyarakat memiliki SLO (sertifikat laik operasi) yang dikeluarkan oleh badan sertifikasi resmi yang ditunjuk oleh pemerintah.

“Ini untuk memastikan bahwa instalasi yang terpasang di rumah Anda benar-benar sesuai standar dan siap untuk dialiri liatrik,” ujarnya.

Pihak PLN juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aksi pencatolan aliran listrik, sebab tindakan tersebut sangat berbahaya bagi lingkungan pemukiman.

Aksi ini biasa dilakukan untuk kepentingan mendapatkan daya listrik. Oleh karena selain ilegal juga berpotensi menimbulkan kebakaran. 

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved