DPRD Kabupaten Sambas Minta Dinkes Matangkan Persiapan Sebelum Operasional RS Pratama

Anggota DPRD Kabupaten Sambas Lerry Kurniawan Figo mengatakan, untuk pengoperasian Rumah Sakit Pratama di perkirakan akan berjalan pada Juli mendatang

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Ketua Komisi A DPRD Sambas, Lerry Kurniawan Figo menjelaskan apa yang akan pihaknya lakukan. Usai menerima laporan dan bukti indikasi adanya Calon Komisioner KPUD Sambas yang terafiliasi Parpol, yang diserahkan Tokoh Pemuda Sambas, Amirudin, Kamis (3/5/2018). 

DPRD Kabupaten Sambas Minta Dinkes Matangkan Persiapan Sebelum Operasional RS Pratama

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Anggota DPRD Kabupaten Sambas Lerry Kurniawan Figo mengatakan, untuk pengoperasian Rumah Sakit Pratama di perkirakan akan berjalan pada Juli mendatang.

Namum demikian, ia mengatakan sebelum peresmian ada baiknya agar semua infrastruktur harus di siapkan dan nyaman.

"Perkiraan operasinya kan Juli mendatang. Karena saat ini secara fisik sudah siap. Tapi kalau secara peralatan untuk operasi, itu belum siap," ujarnya, Senin (21/1/2019).

Baca: Dua Kasat di Polres Singkawang Diganti

Baca: KPU Singkawang Berikan Materi Kepemiluan Pada Relawan Demokrasi

Baca: 3 Model Rambut Ini Diprediksi Masih Populer di Pontianak

Ia menambahkan, selain belum siapnya peralatan dan lain sebagainya. Infrastruktur dasar lainnya seperti jalan Menuju RS Pratama juga belum disiapkan.

Oleh karenanya, ia minta agar nantinya masyarakat bisa mudah mengakses jalan tersebut.

Ia berharap, agar jalannya bisa segera di benahi.

"Kalau untuk infrastruktur jalannya pun belum siap. Jadi jalan masuknya belum siap itu, jadi masih perlu di benahi," tuturnya.

Figo memperkirakan, sedikitnya masih memerlukan lima Miliar Rupiah yang diperlukan agar RS Pratama itu bisa beroperasi.

Baca: Pihak Rumah Sakit Klaim Kuota Tenaga Kerjanya Laki-laki dan Perempuan Berdasarkan Kebutuhan

Baca: Ketua KPU Kalbar Debut Ada Perbedaan antara Pemilu 2014 dengan Pemilu 2019

Hal itu meliputi, perbaikan jalan Menuju Rumah Sakit, peralatan di Rumah Sakit, drainase dan lain sebagainya.

Termasuk pula didalamnya adalah penambahan karyawan, seperti dokter dan perawat yang diperlukan rumah sakit.

"Untuk kebutuhan operasional dan SDM itu sedikitnya lima Miliar yang diperlukan, jadi baru bisa beroperasi. Jalan poros Kabupaten nya juga masih kurang bagus untuk akses ke lokasi," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved