Istana Al-Mukarramah Kesultanan Sintang, Cagar Budaya yang Masih Berdiri Kokoh
Hingga kini bangunan keraton masih berdiri tegak. Rangka kayu dengan pondasi tiang tongkat bersepatu beton jadi kontruksi utama.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Dhita Mutiasari
Istana Al-mukarramah Kesultanan Sintang, Cagar Budaya yang Masih Berdiri Kokoh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Istana Al-mukarramah Kesultanan Sintang atau Keraton Sintang merupakan cagar budaya historis yang terletak di Jalan Bintara, Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.
Bangunan tropis dan arsitektur rumah tinggal Belanda yang ke dalam tiga bangunan simetris seluas 652 meter persegi ini dibangun pada tahun 1937 masa pemerintahan raja ke-24 yaitu Raden Abdul Bachri Danu Perdana.
Baca: Weekend Ala Kapolres Landak dan Anggotanya, Kunjungi Tempat Wisata
Baca: BPJS Kesehatan Sintang Pastikan Tidak Boleh Ada Diskriminasi Terhadap Peserta JKN-KIS
Baca: Mengapa Situs Bersejarah Perlu Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya?
Hingga kini bangunan keraton masih berdiri tegak. Rangka kayu dengan pondasi tiang tongkat bersepatu beton jadi kontruksi utama.
Atap istana menggunakan atap sirap kayu belian dan lantai berbahan dasar kayu belian.
Istana Al-mukarramah sendiri merupakan saksi awal mula berdirinya kota Sintang hingga menjadi pusat pemerintahan yang terletak di tempat strategis, di dalamnya masih tersimpan berbagai benda warisan cagar budaya.
Satu yang paling terkenal ialah desain dan patung asli rancangan lambang negara yang dirancang oleh Sultan Hamid II, Syarif Abdul Hamid Alkadrie dan beberapa benda peninggalan sejarah pemerintahan Kerajaan Sintang.
Saat ini Istana Al-mukarramah Kesultanan Sintang dipimpin oleh HRM Ikhsani Perdana Ismail Tsafioeddin, yang bergelar Pangeran Ratu Sri Kesuma Negara V yang telah dinobatkan sebagai Sultan Sintang ke-30.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/istana-al-mukarramah-kesultanan-sintang-atau-keraton-sintang-merupakan-cagar-budaya-historis.jpg)