Tiga Puluh Tahun Menjaga Tradisi, Paguyuban Mega Mendung Tetap Eksis di Tanah Singkawang

Adi berharap, agar kedepan paguyuban Mega Mendung miliknya bisa tetap memberikan manfaat terhadap masyarakat.

Tiga Puluh Tahun Menjaga Tradisi, Paguyuban Mega Mendung Tetap Eksis di Tanah Singkawang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Kesenian kuda lumping dari Paguyuban Mega Mendung yang beralamat di RT 21 RW 07 Kelurahan Sekip Lama, Kota Singkawang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG- Ditengah arus perkembangnya zaman, mempertahankan kesenian kuda Lumping, tari topeng dan barongan bukan perkara mudah.

Namun berkat perjuangan yang dilakukan Lek Poniran, budaya turun temurun yang berasal dari tanah Jawa tersebut masih tetap eksis dibawah binaan Paguyuban Mega Mendung yang beralamat di RT 21 RW 07 Kelurahan Sekip Lama, Kota Singkawang.

Sejak berdiri hingga saat ini, paguyuban Mega Mendung yang beralamat di RT 21 RW 7 Kelurahan Sekip Lama, Kota Singkawang sudah berumur kurang lebih tiga puluh tahun.

Baca: Sekda Singkawang Nilai Perlu Lakukan Penataan Jalan Secara Komprehensif

Baca: Warga Keluhkan Jalan Rusak di Nyarumkop Singkawang

Baca: Pemkot Pontianak Kucurkan Rp 50 Juta Bantu Pelaksanaan Cap Go Meh

"Alhamdulillah sejak berdiri hingga saat ini kurang lebih tiga puluh tahun, Paguyuban Mega Mendung masih tetap eksis dan sekarang jumlah anggota aktif mencapai 40 orang yang diberikan pembinaan," Kata Lek Poniran, sesepuh dan sekaligus sebagai Ketua Paguyuban Mega Mendung, Selasa (15/1/2019) di Singkawang.

Lek Poniran mengatakan, meski sekarang usia sudah tua, semangat nya tidak akan pernah hilang demi untuk memajukan dan melestarikan kesenian kuda Lumping, tari topeng dan barongan di bawah paguyuban binaannya agar tetap di kenal oleh generasi muda dan masyarakat Kota Singkawang.

Baca: Kapolres Turunkan Tim DVI Polres ke TKP Keracunan Zat Kimia

Baca: Dandim 1205/STG Pastikan Dukungan dan Netralitas Prajurit Sukseskan Pemilu 2019

Baca: Polresta Pontianak Rilis Tangkapan Narkoba Sepanjang Awal Tahun 2019, Jaringan Lintas Provinsi

Sementara Adi, selaku koordinator anggota paguyuban Mega Mendung menambahkan, hingga saat ini Kesenian kuda Lumping, tari topeng dan barongan yang berada dibawah naungan paguyuban Mega Mendung juga rutin melaksanakan latihan.

"Dalam satu minggu jadwal rutin latihan kami sebanyak tiga kali. Yakni setiap hari Sabtu malam, Minggu sore dan Selasa malam yang di laksanakan di halaman sekretariat paguyuban," katanya.

Selain itu kata Adi, paguyuban mereka juga sering diundang untuk mengisi acara hiburan di masyarakat dan juga pada saat tampil selalu berbarengan dengan Silat Wekasan.

"Kita juga sering di undang untuk tampil menghibur masyarakat. Seperti di hari kemerdekaan, acara selamatan dan perkawinan warga," terangnya.

Adi berharap, agar kedepan paguyuban Mega Mendung miliknya bisa tetap memberikan manfaat terhadap masyarakat.

"Harapan kita juga agar ada perhatian dari Pemerintah dan Dewan Kesenian untuk melakukan pembinaan terhadap paguyuban kita sehingga kedepan bisa lebih berkembang dan dapat dilibatkan dalam setiap event besar di Kota Singkawang," tutupnya. (*)

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved