Irfani Hendri: Hilirisasi Industri Untuk Karet dan Sawit Dinilai Mendesak Dihadirkan

Hilirisasi industri di Kalbar untuk menyerap komoditas unggulan dinilai perlu.

Penulis: Ishak | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Petani Karet di Kecamatan Sungai Ambawang, Jukimin (56) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hilirisasi industri di Kalbar untuk menyerap komoditas unggulan dinilai perlu.

Langkah ini, jadi langkah strategis mendesak bagi pengelolaan komoditas unggulan Kalbar macam sawit dan karet.

Hal ini sebagaimana diungkapkan akademisi Universitas Tanjungpura, Irfani Hendri.

"Hilirisasi sawit dan karet sudah menjadi hal yang sangat mendesak bagi Kalbar," ujarnya, Senin (07/01/2018).

Hilirisasi industri untuk produk-produk komoditas unggulan Kalbar ini, diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah dari produk.

Mengolah produk komoditas mentah, menjadi barang lain dalam bentuk setengah jadi atau siap pakai.

Baca: TRIBUN WIKI : Empat Klinik Fisioterapi di Pontianak

Baca: Kemalingan, Polisi Masih Selidiki kasus Pencurian Laptop dan Tabung Gas di SMP Negeri 1 Subah

Proses industrialisasi lewat industri pengolahan inilah yang akan memberikan nilai tambah.

Menjadikan produk komoditas mentah itu menjadi berbagai variasi produk lain yang lebih bernilai ekonomi lebih tinggi.

Industri pengolahan ini, pada lanjutannya menurutnya mampu menstimulasi pertumbuhan perekonomian masyarakat sekaligus daerah. Semakin banyak industri pengolahan yang tersedia, potensi serapan terhadap komoditas juga menjadi lebih tinggi.

"Bukan hanya memberikan nilai tambah yang lebih baik, tetapi hilirisasi ini tentunya berdampak bagi perekonomian Kalbar. Karena memberikan multiflier effek serta menjadikan tambahan PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi Kalbar," kata pria yang menyandang gelar Doktor itu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved