Terkait Larangan Penggunaan Atribut Natal Bagi Pegawai Muslim, Ini Pesan MUI Sambas

Kedua, haram mengikuti upacara natal bersama. Ketiga,supaya umat tidak terjerumus syubhat, maka jangan mengikutinya.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sekretaris Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas Dr Sumar'in Asnawi mengingatkan tentang fatwa MUI No. 56 Tahun 2016 yang melarang penggunaan atribut natal bagi pegawai ataupun masyarakat yang beragama muslim.

"Fatwa MUI No 56 Tahun 2016 itu tentang Haramnya menggunakan Atribut agama Lain. Salah satunya Atribut Natal untuk pegawai Muslim yang bekerja di Toko Non Muslim," ujarnya, Minggu (23/12/2018).

Baca: Pagi Ini Ibukota Kapuas Hulu Terlihat Cerah  

Ia menjelaskan, Pada 7 Maret 1981, MUI telah mengeluarkan fatwa fatwa tentang haramnya mengikuti upacara Natal bersama bagi umat Islam. 

Sumar'in mengatakan, Fatwa tersebut ditanda tangani oleh Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama, KH. M. Syukri Ghazali dan Sekretaris, H. Mas’udi ini menetapkan 3 fatwa. "Waktu itu ada tiga fatwa yang telah ditetapkan," tuturnya.

Baca: Syok, Ifan Seventeen Menangis Kabarkan Dirinya Selamat, Istri dan Personel Lainnya Hilang

Adapun ketiga fatwa tersebut Pertama, meski perayaan tujuannya untuk menghormati Nabi Isa  tapi natal tidak bisa dipisahkan dari unsur-unsur yang mengharamkannya. 

Kedua, haram mengikuti upacara natal bersama. Ketiga,supaya umat tidak terjerumus syubhat, maka jangan mengikutinya. (Lihat: fatwa MUI: Perayaan Natal Bersama, 7 Maret 1981)

Untuk itu, Sumar'in kembali mengingatkan tentang larangan tersebut. Meski harus saling menghormati, akan tetapi untuk masalah akidah atau kepercayaan apalagi dalam dunia kerja menurutnya tidak bisa digabungkan.

Dengan demikian, ia mengingatkan agar para pekerja tidak menggunakan atribut-atribut perayaan Natal karena sudah diingatkan dan diharamkan.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved