Lurah Mayasopa Usul Pembuatan Parit di Jalan Seluang yang Rusak

Masyarakat Seluang, Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur mengeluhkan akses jalan di tempat mereka

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pengendara melintas di jalan yang rusak sejak beberapa tahun belakangan ini di Jalan Raya Simpang Empat, Tangaran, Kab Sambas, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. Warga berharap adanya pembangunan ataupun perbaikan jalan-jalan yang telah bertahun-tahun rusak di wilayah Sambas bagian utara ini. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Masyarakat Seluang, Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur mengeluhkan akses jalan di tempat mereka, karena saat ini kondisinya rusak parah.

Rusaknya jalan tersebut jelas menjadi hambatan bagi masyarakat setempat untuk melakukan segala aktifitas.

Lurah Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Prayetno mengatakan jika jalan tersebut merupakan wewenang Pemerintah Kota Singkawang.

Baca: Kecamatan Kayan Hulu Deklarasi Damai Pemilu 2019, Tokoh Masyarakat Beri Dukungan

Jalan tersebut sudah pernah diperbaiki oleh warga dan beberapa perusahaan sawit dengan menggunakan tanah kong.

"Namun, dikarenakan sekarang musim hujan, maka jalan tersebut menjadi lecet lagi. Sehingga air hujan yang turun ke jalan membuat parit di pinggir jalan menjadi sumbat dan banjir," katanya, Selasa (27/11/2018).

Beberapa waktu lalu saat cuaca panas, dirinya sudah pernah mengusulkan ke Wali Kota Singkawang untuk peminjaman eksavator.

Wali Kota menyarankan untuk membuat surat peminjaman eksavator ke dinas PUPR Singkawang.

"Sudah saya buatkan, kira-kira beberapa Minggu datanglah orang Dinas PUPR ke saya dan mengatakan jika eksavatornya sedang rusak," ujarnya.

Setelah mendapat informasi tersebut, curah hujan selalu terjadi di wilayah Seluang. Sehingga tidak memungkinkan pihaknya untuk melakukan perbaikan jalan.

"Terpaksa menunggu cuaca panas, baru kita kompromi lagi untuk dikerjakan kembali," ungkapnya.

Kalaupun Wali Kota Singkawang ingin memperbaikinya dengan di aspal lebih baik lagi, perlu dibuatkan parit dulu di kiri dan kanan jalan menggunakan semen, baru diadakan pengerasan.

"Jangan di aspal pun tidak apa-apa karena akan memakan biaya yang sangat besar," tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved