Citizen Reporter

PPO 2018, Ajakan Kepada Semua Pihak untuk Peduli Lingkungan dan Perlindungan Orangutan

Sama halnya dengan kegiatan bottle planter sebagai salah satu ajakan untuk peduli lingkungan lebih khusus botol plastik bekas

PPO 2018, Ajakan Kepada Semua Pihak untuk Peduli Lingkungan dan Perlindungan Orangutan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Aksi Teatrikal para Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan BOCS di taman digulis Untan, bersama dengan Pongo Ranger Community yaitu (Relawan dari Yayasan IAR Indonesia) dan Yayasan Titian, Sabtu (17/11/2018) Pekan lalu.

Selanjutnya sampah plastik tersebut dijadikan sebagai bata ringan (eco-brick) yang disampaikan oleh Egi Iskandar dan Aggi Saputra (Relawan REBONK), dia menyampaikan bagaimana mengelola sampah plastik yang baik sesuatu yang sederhana namun punya manfaat positif.

Beberapa plastik bekas dibersihkan dan kemudian digunting kecil-kecil selanjutnya dimasukkan ke dalam botol plastik yang sudah bersih, kemudian plastik yang sudah dimasukkan harus menggunakan tongkat kayu yang berfungsi untuk memadatkan dan tidak adanya ruang udara di dalam botol plastik tersebut.

Kita semua tahu bahwa jika dibakar akan menimbulkan dampak negatif pada polusi udara namun jika dibiarkan begitu saja juga akan sulit terurai sehingga menjadi tumpukan yang sangat tidak enak dipandang oleh mata manusia, dibuatnya (eco-brick) dengan maksud bisa dimanfaatkan sebagai bata ringan yang bisa dijadikan kursi meja dan hiasan.

Pada kesempatan pekan peduli orangutan 2018 di Pontianak, para pihak ikut bersama memperingati PPO misalnya dengan melakukan aksi pesan kampanye, aksi teatrikal dan musik akustik yang dilakukan oleh para Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan BOCS di taman digulis Universitas Tanjungpura bersama dengan Pongo Ranger Community yaitu (relawan dari Yayasan IAR Indonesia) dan Yayasan Titian Sabtu (17/11/2018) Pekan lalu. 

Selain itu juga mereka melakukan pemutaran film dan diskusi tentang film asimetris di Aboretum Sylva PC Untan.

Kegiatan lainnya dilakukan oleh relawan konservasi Taruna penjaga alam atau RK TAJAM dan Yayasan Palung, mereka membuat film pendek tentang lingkungan dan orangtua.

Selain itu juga pada 21 November 2018 mereka membuat kreasi barang bekas untuk tong sampah dan kreasi bekas kaleng cat plastik selanjutnya mereka kreasikan dan mereka cat bersama guru dan siswa siswi SDN 12 Delta Pawan.

Selanjutnya tong-tong sampah tersebut dipasang di SDN 12 Delta Pawan, kaleng cat plastik tersebut merupakan sumbangsih dari Putera Ranadiwangsa.

Mariamah Achmad, Manager Pendidikan lingkungan Yayasan Palung mengatakan bagi pelajar yang ingin berbuat nyata untuk perlindungan orangutan menanami pohon pakan orangutan di hutan mungkin belum sanggup, melawan orang dewasa berburu satwa liar di hutan mungkin tidak didengar.

"Membuat kebijakan perlindungan orangutan dan habitat belum punya wewenang, nah yang bisa dilakukan oleh para pelajar untuk memaknai nilai penting orangutan untuk menghindari kepunahan sesuai dengan tema PPO 2018 adalah melakukan hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan yang bisa dilakukan oleh kapasitas mereka misal kreasi barang bekas," sebutnya.

Halaman
123
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved