Citizen Reporter

PPO 2018, Ajakan Kepada Semua Pihak untuk Peduli Lingkungan dan Perlindungan Orangutan

Sama halnya dengan kegiatan bottle planter sebagai salah satu ajakan untuk peduli lingkungan lebih khusus botol plastik bekas

Tayang:
Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Aksi Teatrikal para Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan BOCS di taman digulis Untan, bersama dengan Pongo Ranger Community yaitu (Relawan dari Yayasan IAR Indonesia) dan Yayasan Titian, Sabtu (17/11/2018) Pekan lalu. 

Kegiatan lainnya dilakukan oleh relawan konservasi Taruna penjaga alam atau RK TAJAM dan Yayasan Palung, mereka membuat film pendek tentang lingkungan dan orangtua.

Selain itu juga pada 21 November 2018 mereka membuat kreasi barang bekas untuk tong sampah dan kreasi bekas kaleng cat plastik selanjutnya mereka kreasikan dan mereka cat bersama guru dan siswa siswi SDN 12 Delta Pawan.

Selanjutnya tong-tong sampah tersebut dipasang di SDN 12 Delta Pawan, kaleng cat plastik tersebut merupakan sumbangsih dari Putera Ranadiwangsa.

Mariamah Achmad, Manager Pendidikan lingkungan Yayasan Palung mengatakan bagi pelajar yang ingin berbuat nyata untuk perlindungan orangutan menanami pohon pakan orangutan di hutan mungkin belum sanggup, melawan orang dewasa berburu satwa liar di hutan mungkin tidak didengar.

"Membuat kebijakan perlindungan orangutan dan habitat belum punya wewenang, nah yang bisa dilakukan oleh para pelajar untuk memaknai nilai penting orangutan untuk menghindari kepunahan sesuai dengan tema PPO 2018 adalah melakukan hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan yang bisa dilakukan oleh kapasitas mereka misal kreasi barang bekas," sebutnya.

Selanjutnya juga Mayi, demikian ia biasa disapa mengatakan Yayasan Palung memfasilitasi hal tersebut dalam PP0 2018 ini dengan melakukan 2 workshop yakni membuat pot bunga dari bekas botol air mineral dan membuat pesan kampanye perlindungan orangutan untuk disebarkan melalui media sosial.

Aksi ini dapat dimaknai sebagai sumbangsih para pelajar bagi upaya perlindungan lingkungan dan alam yang lebih besar.

Sedangkan Direktur Yayasan Palung, Terri Lee Bredden mengatakan, setiap tahun Yayasan Palung merayakan pekan peduli orangutan.

Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran di seluruh dunia tentang penderitaan orangutan. Tema tahun ini adalah 'Menghargai Orangutan atas Keuntungan Menghindari Kepunahan'.

"karena penghancuran hutan hujan Indonesia populasi orangutan menurun drastis, kami telah kehilangan lebih dari 50% populasi mereka dan beberapa dekade kerusakan ini terutama disebabkan oleh ekspansi cepat perkebunan kelapa sawit dan pertambangan di seluruh bentang alam," ucap Terri.

Lebih lanjut, menurut dari beberapa langkah perlu dilakukan kita perlu membuat pilihan yang berkelanjutan tentang bagaimana kita mengubah lanskap (bentang alam). Kerusakan ini memungkinkan orang kaya untuk menjadi lebih kaya, tetapi masyarakat lokal sering dibiarkan dengan dampak lingkungan yang rusak termasuk kualitas air yang buruk, banjir ekstrem, dan kebakaran.

"Kami membutuhkan komunitas-komunitas ini untuk advokasi pengelolaan lanskap berkelanjutan yang bermanfaat bagi perusahaan masyarakat dan orangutan yang menyebut Indonesia sebagai rumah," lanjutnya.

Selain kegiatan PPO 2018 Yayasan Palung berkesempatan untuk berkunjung ke sekolah-sekolah di kecamatan Jelai Hulu seperti di SDN 1 dan SDN 17 di kecamatan Jelai Hulu, SDN 3 dan SDN 5 di desa Tanggerang, Kecamatan Jelai Hulu.

Beberapa kegiatan kami lakukan adalah puppet show (panggung boneka) terkait satwa dilindungi terutama orangutan selain itu juga kami melakukan diskusi dengan masyarakat terkait informasi kekinian yang ada di desa mereka sekaligus sosialisasi tentang perlindungan dan satwa satwa dilindungi dan pemutaran film lingkungan.

Serangkaian kegiatan pekan peduli orangutan 2018 berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari masyarakat dan pihak sekolah berharap, dengan diadakan kegiatan PPO 2018 dengan ragam kegiatan tersebut bisa menggugah masyarakat pihak sekolah untuk semakin peduli lagi terhadap nasib lingkungan hidup dan orangutan. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved