Waaster Kasad TNI Lakukan Wasev di Bengkayang
Waaster Kasad ini memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan TMMD ke -103 yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG – Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI, Brigadir Jendral TNI Ghatut Setyo Utomo melakukan kegiatan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) ke lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di Desa Tanjung, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang Senin (19/11/2018).
Waaster Kasad ini memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan TMMD ke -103 yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Baca: Cegah Penularan Rabies, Bhabinkamtibmas Bersama Pemkot Singkawang Lakukan Vaksinasi
Baca: Polsek Pengkadan Himbau Masyarakat Tak Buat Berita Hoaks
“Kegiatan ini menyentuh dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Misalnya di Desa Tanjung ini, warga sekarang memiliki akses jalan yang lebih baik. Bahkan terjalin semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mengerjakan jalan,” katanya.
TNI dan rakyat harus senantiasa bersama-sama dalam kegiatan apapun juga, ini dikarenakan TNI lahir dari rakyat.
Dengan demikian kebersamaan dalam TMMD adalah sesuatu yang selaras dengan slogan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Kunjungan tersebut merupakan satu di antara bentuk pengawasan dan evaluasi TMMD.
Dalam pelaksanaan TMMD, diharapkan anggota TNI, masyarakat dan stakeholder terkait bergotong-royong saling membantu untuk menyukseskannya.
Dengan demikian hasil pelaksanaan TMMD dapat digunakan dan dinikmati oleh masyarakat dalam jangka panjang, meningkatkan kesejahteraan dan mempererat kemanunggalan TNI-rakyat.
Sejumlah program yang direalisasikan adalah membuat akses jalan terdekat dan melaksanakan kegiatan nonfisik untuk membuka wawasan masyarakat pedesaan.
Pada saat melakukan tatap muka dengan masyarakat, mereka sangat mengharap agar tahun depan TNI bisa membuat program di desa mereka lagi.
Karena pendidikan di tempat mereka masih sangat kurang. Terutama masyarakat yang tinggalnya di dusun-dusun.
Menanggapi hal ini, Waaster Kasad menekankan bahwa pelaksanaan TMMD itu setiap tahun mengambil sasaran desa yang berlainan.
“Jika ada program desa yang belum selesai, bisa diusulkan melalui Babinsa, selanjutnya ke Danramil, dan kemudian diteruskan ke Bupati,” katanya.
Sementara itu, Dandim 1202/Singkawang Letkol Inf Abd. Rahman menyatakan, terpilihnya lokasi TMMD adalah secara ‘bottom up’ atau usulan dari bawah.
“Dan terpilihnya Desa Tanjung, untuk mensukseskan program pemda dalam pengembangan desa,” ujar Dandim 1202/Singkawang Letkol Inf Abd. Rahman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tmmd-di-bengkayang.jpg)