Cap Go Meh Disebut Ajang Promosi Daerah, Kadispora Ajak Masyarakat Duduk Bersama
Perayaan Cap Go Meh menurutnya merupakan tradisi setiap tahunnya, terlebih menjadi ajang Pemkot Pontianak mempromosikan daerah.
Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Syarif Saleh menuturkan pihaknya masih melakukan rapat membahas perayaan Cap Go Meh 2570 Imlek, Edi Februari 2019 mendatang.
Perayaan Cap Go Meh menurutnya merupakan tradisi setiap tahunnya, terlebih menjadi ajang Pemkot Pontianak mempromosikan daerah.
Baca: TERPOPULER - Dari Pria Misterius Bersama Angel Lelga, Soal Izin Cap Go Meh 2019, Hingga Jungkook BTS
Baca: Diminta Tak Terbitkan Izin Cap Go Meh 2019, Begini Sikap Wali Kota Pontianak Edi Kamtono
Syarif Saleh menegaskan tak perlu ada penolakan dari masyarakat, ia akan mengajak semua pihak untuk duduk satu meja.
Ia menuturkan memang pemerintah adalah pihak yang memfasilitasi dan kepanitiaan dari komunitas Tionghoa.
"Pemerintah memfasilitasi dan penitia pelaksanaannya tetap dari komunitas Tionghoa. Memang tahun ini kepanitian tidak lagi seperti tahun sebelumnya," ucap Sy Saleh saat diwawancarai, Selasa (120/11/2018)
Sebelum-sebelumnya kepanitian Cap Go Meh di Kota Pontianak diprakarsai oleh Yayasan Bhakti Suci dan tahun ini menurutnya diambil alih pihak lain.
"Tahun ini bukan Yayasan Bhakti Suci panitianya, tapi tetap dari komunitas Tionghoa yang ada di Pontianak," tambahnya.
Ia menegaskan apabila ingin tahu lebih banyak mengenai kegiatan Cap Go Meh dapat mewawancarai dirinya Senin (26/11/2018) karena saat ini tengah rapat membahas kegiatan.