Sultan IX Pontianak Harap Andil Dalam Melestarikan Budaya Robo-robo

Ia berharap masyarakat serta anak muda harus andil dalam kegiatan ini, karena apa ini merupakan suatu budaya yang harus dicintai

Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DAVID NURFIANTO
Sultan IX Pontianak, Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadrie saat sambutan di festival kebudayaan bugis yang diselenggarakan FKOB, di di Pendopo Kolam Renang Muara Kapuas, Komplek Yuka, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Rabu (7/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak David Nurfianto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sultan IX Pontianak, Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadrie mengatakan acara robo-robo sangat bagus, karena ini memang ritual adat yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya.

"Tidak akan pernah dilupakan mengenai ritual ini, sejarah awal sampai sekarang harus dilaksanakan," ujarnya kepada Tribun di Pendopo Kolam Renang Muara Kapuas, Komplek Yuka, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Rabu (7/11/2018).

Baca: Ketua Umum FKOB Tegaskan Robo-Robo Satu Adat Budaya Bugis Bukan Suatu Hal Yang Syirik

Baca: Puncak Acara Robo-Robo, Ribuan Masyarakat Padati Lokasi

Ia menuturkan ini merupakan kegiatan yang pertama kali diadakan Forum Komunikasi Orang Bugis, ini suatu hal yang sangat luar biasa, kedepannya Ketua Umum FKOB akan mengagendakan acara ini sebagai agenda tahunan.

"Cara ini merupakan bentuk pelestarian budaya, telah sampai tahap nasional, maka dari itu budaya ini harus selalu dilaksanakan," ungkapnya.

Ia berharap masyarakat serta anak muda harus andil dalam kegiatan ini, karena apa ini merupakan suatu budaya yang harus dicintai semua elemen masyarakat.

"Terimakasih kepada ketua umum FKOB, yang pertama kali melaksanakan acara robo-robo ini dikota Pontianak, dimana ini merupakan petuah yang tidak bisa kita abaikan, bahwa ini adalah acara adat untuk menolak bala," ucapnya.

Ia juga menanggapi baik Komunitas bugis, dimana dirinya juga merupakan keturunan bugis, dimana Sultan Syarif Abdurrahman yang menikah dengan putri Opu Daeng Manambon yaitu Utin Candramidi.

"Harapannya acara ini bisa diagendakan setiap tahun serta diadakan lebih besar lagi dari hari ini, agar bisa mengangkat adat serta kebudayaan sekitar," pungkasnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved