Operasi Zebra Kapuas 2018 Dimulai, Kapolda Kalbar Paparkan 7 Prioritas Pelanggaran

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono pimpin langsung apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Zebra Kapuas

Operasi Zebra Kapuas 2018 Dimulai, Kapolda Kalbar Paparkan 7 Prioritas Pelanggaran
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono saat sematkan pita tanda di mulainya Operasi Zebra Kapuas 2018 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono pimpin langsung apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Zebra Kapuas 2018 pada Selasa (30/10) sore di Alun-alun Kapuas Pontianak.

Dalam sambutannya Kapolda Kalbar menuturkan saat ini jelang perhelatan politik Pemilu 2019, dan beberaa waktu lalu pilkada serentak 2018 yang telah berlangsung beberapa waktu lalu menjadi tolak ukur bagi keberhasilan kita semua.

"Sebelumnya Provinsi kalimantan barat yang semula menduduki rangking II daerah yang rawan pilkada, tetapi alhasil menjadi salah satu provinsi teraman dan tersukses dalam penyelenggaraan Pemilukada tersebut,"ujarnya.

Baca: Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Tersangka Suap DAK, KPK Ungkap Sandi Yang Digunakan

Lanjutnya, berkaca dari apa yang sudah diraih ketika pilkada 2018 yang lalu, tentunya hal –hal yang sudah kita lakukan bersama, baik elemen pemerintah, penyelenggara pemilu, TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat agar kita tingkatkan dan pertahankan, guna menjaga kodusifitas kamtibmas di Kalbar.

Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Zebra Kapuas 2018 ini , Nampak hadir Plt Walikota Pontianak dan sejumlah para pejabat mewakili forkopimda provinsi, termasuk wakapolda kalbar Brigjen (Pol) Dra. Sri Handayani dan pejabat utama Polda Kalbar.

“Situasi kamtibmas kalimantan barat sangat kondusif. hal ini adalah keberhasilan kita bersama yang selalu bersinergi dan berkomitmen untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman guna mendukung pembangunan daerah kalbar. agenda – agenda nasional yang terselenggara di kalimantan barat dapat kita kawal sehingga berjalan sesuai dengan rencana,” kata Irjen Pol Didi Haryono.

Selain Dalam kesempatan yang sama saat di gelarnya ape Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Zebra Kapuas 2018 ini, Kapolda Kalbar membacakan amanat Kepala Koprs Lalu Lintas Polri.

Beberapa poin utama, di sampaikan Kakorlantas Polri dalam amanatnya terkait Operasi Zebra 2018 yang akan digelar mulai tanggal 30 Oktober hingga tanggal 12 November 2018 di seluruh Indonesia.

Baca: Alami Laka Lantas, Pengendara Sepeda Motor Meninggal Ditempat

“Khusus Polda NTB dan Polda Sulteng tetap melaksanakan operasi zebra namun dengan cara bertindak simpatik, membantu pemulihan penanganan pasca bencana dan bergabung dengan satgas tanggap bencana lainnya,” ungkapnya.

Gelar pasukan ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

“Perlu diketahui bersama bahwa data jumlah kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2017 adalah sebanyak 2.097 kejadian, mengalami penurunan sebanyak 863 kejadian atau turun 41% apabila dibandingkan dengan periode yang sebelumnya tahun 2016 sebanyak 2.960 kejadian; Jumlah korban meninggal dunia pada pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2017 adalah sebanyak 388 orang, mengalami penurunan sebanyak 261 orang atau turun 67% dibandingkan periode yang sebelumya di tahun 2016 sebanyak 649 orang; Jumlah pelanggaran lalu lintas operasi zebra tahun 2017 sebanyak 1.069.541, sedangkan pelanggaran lalu lintas tahun 2016 sebanyak 356.101, mengalami peningkatan sebanyak 713.440 atau 200% dengan jumlah tilang sebanyak 801.525 lembar dan teguran sebanyak 178.016 lembar, sedangkan tahun 2016 jumlah tilang sebanyak 228.989 dan teguran sebanyak 127.112,” jelasnya.

Operasi ini dilaksanakan juga sebagai upaya cipta kondisi Operasi Lilin tahun 2018 dalam rangka pengamanan Natal tahun 2018 dan tahun baru 2019.

Dijelaskannya juga bahwa pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2018 kali ini ada beberapa prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran operasi karena berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, antara lain:

1. pengemudi menggunakan handphone
2. pengemudi melawan arus
3. pengemudi​sepeda​motor​berboncengan lebih dari satu
4. pengemudi di bawah umur
5. pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI
6. pengemudi​ kendaraan ​bermotor menggunakan narkoba/mabuk dan
7. pengemudi​ berkendara​ melebihi​ batas kecepatan yang ditentukan

Dengan penegakkan hukum terhadap sasaran prioritas tersebut, maka diharapkan akan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi, yaitu: meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dl jalan raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri, dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas, dan terwujudnya situasi Kamseltibcar lantas menjelang perayaan Natal tahun 2018 dan tahun baru 1 Januari 2019.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved