IDI dan Perdossi Akan Gelar Singkawang Stroke Campaign
Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama Simposium dan Workshop dilaksanakan di Ballroom Hotel Swiss Bellin Singkawang
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Madrosid
Citizen Reporter
Media Center Singkawang, Vhutra
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Singkawang bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) cabang Kalimantan Barat akan menggelar Simposium dan Workshop sehari mengenai stroke pada Tanggal 27-28 Oktober 2018.
Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama Simposium dan Workshop dilaksanakan di Ballroom Hotel Swiss Bellin Singkawang pada Tanggal 27 Oktober 2018.
Sedangkan sesi kedua yakni Pencanangan Singkawang Stroke Campaign (SISCA) di areal Car Free Day Singkawang pada Tanggal 28 Oktober 2018.
“Pencanangan Singkawang Stroke Campaign juga dirangkaikan dengan talkshow mengenai penyakit stroke dan pencegahannya, pemeriksaan tekanan darah dan gula daarah untuk masyarakat umum serta senam bersama,” kata Ketua IDI Singkawang, dr. Wahyu Finasari Said,Sp.PK, Kamis (25/10).
Pencanangan penyakit stroke ini, kata Fina diadakan untuk pertama kalinya di Kota Singkawang dan untuk kedua kalinya di Kalimantan Barat dengan harapan kabupaten atau kota lain di Indonesia akan mengikuti.
Baca: Masih di Moment Hari Santri, PMII IAIN Pontianak Gelar Khatamul Quran dan Tahlilan
Oleh karena itu dibutuhkan juga peran serta media massa, televisi, radio, ritel modern dan Instansi untuk mendukung kegiatan ini. “Butuh peran serta pemerintah dan seluruh stakeholder serta media massa baik cetak maupun elektronik untuk mendukung kegiatan ini,” katanya.
Fina mengatakan kegiatan ini bertujuan sebagai sarana edukasi dan konsultasi kepada masyarakat mengenai bahaya stroke dan pencegahannya.
Selain itu, menurut Fina juga bertujuan sebagai transfer ilmu antara sesama tenga kesehatan, dalam hal ini dikhususkan dokter spesialis dan dokter umum guna meningkatkan pengetahuan dan pelayanan terhadap penyakit stroke.
“Dengan kegiatan ini masyarakat dapat mengetahui akan bahaya penyakit stroke serta upaya pencegahannya,” ujarnya.
Sementara itu, peserta simposium dan workshop berasal dari dokter spesialis dan dokter umum di seluruh Indonesia yang telah mendaftarkan diri. Registrasi untuk dokter spesialis akan dikenakan biaya sebesar Rp300 ribu, sedangkan untuk dokter umum dikenakan biaya Rp200 ribu.
“Pembayaran dapat dilakukan melalui Bank BNI nomor rekening 0426860677 atas nama Perdossi Kalbar,” kata Fina.
Materi dan pembicara pada simposium dan workshop yakni dr. Helly Habiballoh Lukmansyah,Sp.S (Diagonosis Stroke dan Tatalaksana Stroke Fase akut), dr. Deivy Cirayow,Sp.S (Prevensi stroke), dr. Karolina Margareta,Sp.S (Nyeri pasca stroke) dan dr. Hanartoaji Anggana Pribadi,Sp.S (Gangguan neurobehaviour pasca stroke).
Kemudian ada dr.Petrus Boli, Sp.S (Stroke pada usia dini), dr. Agus Darmawan, Sp.S, FINS (Neurointervensi vs brain wash) dan dr. Gina Zahara Sp,KFR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/idi-dan-perdossi_20181027_103952.jpg)