Sultan Pontianak Minta Usut Tuntas Insiden Pembakaran Bendera di Garut

“Bendera ini harus kita gunakan sebagaimanamestinya. Jangan dianggap sepele kejadian ini,” terangnya.

Sultan Pontianak Minta Usut Tuntas Insiden Pembakaran Bendera di Garut
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Sultan Pontianak, Syarif Machmud Melvin Al Kadrie . 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Sultan IX Pontianak, Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadrie mendesak pemerintah melalui aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus  insiden pembakaran bendera oleh oknum saat peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2018 di Kabupaten Garut,  Provinsi Jawa Barat, Senin (22/10/2018) lalu.

“Poin terpenting untuk aparat adalah supaya oknum itu harus segera ditangkap dan diperiksa sesuai hukum berlaku di Indonesia,”  ungkapnya saat diwawancarai, Jumat (26/10/2018) sore.

Menurut Sultan, tindakan pembakaran bendera ini harus ditindak tegas.

“Bendera ini harus kita gunakan sebagaimanamestinya. Jangan dianggap sepele kejadian ini,” terangnya.

Sultan meminta penegakan hukum harus dilakukan dengan adil dan tegas jika terbukti bersalah berdasarkan hukum. Penegakan hukum diharapkan tidak tebang pilih.

“Jangan sampai ada kesan ketika Umat Islam yang melakukan hal seperti itu tidak dilakukan penegakan hukum. Kemudian, jika yang melakukan di luar Islam ditindak. Begitu juga sebaliknya,” pintanya.

Insiden ini, kata dia, harus jadi pelajaran bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sultan tidak ingin insiden seperti ini terulang lagi di kemudian hari.

“Ormas apapun yang ada di Kota Pontianak dan Kalbar jangan mengikut daripada hal yang terjadi di daerah Garut ini. Saya harap ormas di  Pontianak untuk tidak lakukan hal seperti itu. Mari jaga ketertiban, keamanan dan kedamaian Indonesia, khususnya Kalbar. Itu imbauan saya bagi masyarakat,” tukasnya.

Penulis: Rizky Zulham
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved