Smartwomen

Ditawari Jadi Model, Ratih Pilih Jadi Fotografer

Satu diantaranya adalah Ratih Nuraini, yang merupakan owner dari Xena Photography, sebuah studio foto yang ada di Kota Pontianak.

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ratih Nuraini, Owner Xena Photography 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jika dulu, dalam dunia fotografi perempuan umumnya hanya sebagai objek foto, beda dengan saat ini, dimana banyak perempuan juga terjun ke dunia fotografi bukan sebagai objek, melainkan sebagai fotografer.

Satu diantaranya adalah Ratih Nuraini, yang merupakan owner dari Xena Photography, sebuah studio foto yang ada di Kota Pontianak.

Ratih mengungkapkan, bahkan saat ini fotografer cewek banyak dicari, karena biasanya perempuan merasa nyaman jika difoto oleh sesama perempuan, terutama bagi mereka-mereka yang berhijab.

Baca: Tips Pemotretan Wedding Ala Ratih Nuraini, Owner Xena Photography

Namun ia tidak memungkiri, jika dulu fotografer cewek cukup diragukan, dianggap hasil fotonya tidak akan sebagus fotografer cowok, hal itu pernah ia rasakan sendiri saat awal terjun ke dunia fotografi.

Ratih mulai menyukai dunia fotografi sejak masih SMA, meskipun awal terjun kesana ia justru menjadi model bukan fotografer.

"Dulu sempat ke Jogja ikut agensi foto, awalnya saya difoto, tapi bukan kemauan sendiri, waktu itu lagi ikut kawan eh malah ditawari. Tapi menurut saya tu lebih kren lihat mereka yang pegang kamera daripada yang difoto," ungkapnya.

Maka ia mantap untuk berlatih dan mengenal fotografi melalui komunitas, waktu itu ia belajar bersama kawan-kawan komunitas Ketapang Photographer Community (KPC), bahkan disana hanya ia sendiri perempuan, lainnya kaum adam.

Ia juga mulai hunting dengan mengajak teman-temannya untuk menjadi objek foto, dan sejak itu ia mulai dapat hasil dari foto, karena tidak jarang orang yang difoto olehnya memberikan sejumlah uang yang cukup untuk uang jajan ketika itu.

Setelah tamat SMA, Ratih kembali lagi ke Jogja untuk meneruskan kuliah di salah satu Universitas negri di sana, namun enggan dilanjutkan.

Baca: Tips Pemotretan Wedding Ala Ratih Nuraini, Owner Xena Photography

Ia lebih memilih untuk bekerja dengan masuk agensi model, meskipun tak diteruskan lalu pulang ke Kalimantan dan bekerja di vendor foto di Pontianak.

Bukan sebagai fotografer, disana ia justru disuruh jadi asisten fotografer dimana bertugas untuk menyiapkan alat, memegangi dan membawa alat-alat foto seperti angkat lighting dan semacamnya.

"Waktu itu perempuan masih dipandang sebelah mata, kalau dilihatnya perempuan mereka mikir, apa betul tu cewek yang moto," kata Ratih mengenang saat itu.

Setahun kemudian, barulah ia menjadi fotografer inti, dan sempat kembali lagi ke Jogja untuk bekerja di vendor sebelum akhirnya menikah dan memutuskan untuk membuka vendor sendiri.

Karena ia sadar, satu-satunya keahlian dan minat serta bakat yang ia miliki adalah fotografi, maka dengan pertimbangan itu, tanpa ingin menyaingi apalagi menjatuhkan para pendahulunya, Ratih mantap mendirikan Xena Photography.

Memasuki tahun kedua ini, Ratih dapat mematahkan pandangan miring, ia membuktikan bahwa dunia fotografi bisa menghidupinya, dan bahkan saat ini ia telah memiliki tim yang belajar hidup melalui fotografi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved