Smartwomen

Ditawari Jadi Model, Ratih Pilih Jadi Fotografer

Satu diantaranya adalah Ratih Nuraini, yang merupakan owner dari Xena Photography, sebuah studio foto yang ada di Kota Pontianak.

Ditawari Jadi Model, Ratih Pilih Jadi Fotografer
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ratih Nuraini, Owner Xena Photography 

Bukan sebagai fotografer, disana ia justru disuruh jadi asisten fotografer dimana bertugas untuk menyiapkan alat, memegangi dan membawa alat-alat foto seperti angkat lighting dan semacamnya.

"Waktu itu perempuan masih dipandang sebelah mata, kalau dilihatnya perempuan mereka mikir, apa betul tu cewek yang moto," kata Ratih mengenang saat itu.

Setahun kemudian, barulah ia menjadi fotografer inti, dan sempat kembali lagi ke Jogja untuk bekerja di vendor sebelum akhirnya menikah dan memutuskan untuk membuka vendor sendiri.

Karena ia sadar, satu-satunya keahlian dan minat serta bakat yang ia miliki adalah fotografi, maka dengan pertimbangan itu, tanpa ingin menyaingi apalagi menjatuhkan para pendahulunya, Ratih mantap mendirikan Xena Photography.

Memasuki tahun kedua ini, Ratih dapat mematahkan pandangan miring, ia membuktikan bahwa dunia fotografi bisa menghidupinya, dan bahkan saat ini ia telah memiliki tim yang belajar hidup melalui fotografi.

Makanya, mematangkan tim akan menjadi fokus Ratih saat ini, karena tim yang ia punya saat ini masih awam, ia sengaja tidak mengambil orang yang sudah menguasai fotografi, supaya bisa berproses bersama katanya.

"Goal sekarang adalah mematangkan tim, studio dan kantor untuk mereka (tim), saya paham saya pernah kerja sama orang ndak pakai bulanan, pasti kalo orangtua pasti tanya, kerja apa sih? Kemana sih, kok kerja ndak jelas? jadi saya pengen memang buka studio sekaligus kantor biar mereka punya kantor yang jelas," ungkapnya.

Selain mematangkan tim dan mempersiapkan tempat, Ratih juga ingin agar teman-teman yang ikut pengajian, namun sulit untuk meminta ijjn pada atasan, tidak mengalami hal yang sama jika bekerja dengannya.

"saya buka usaha ini biar mereka enak ngaji, karena kadang mereka juga cerita bos larang pergi ngaji karena ndak jamnya. Karena saya juga ngaji, makanya mereka enak bisa sambil ngaji dan belajar," katanya.

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved