Di Kirab Pemuda 2018, Putri Papua Akui Senang Belajar Buat Tenun Sambas

Salah satu peserta Kirab Pemuda 2018, asal Jayapura Provinsi Papua mengatakan dirinya senang belajar Tenun Sambas.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Peserta Kirab Pemuda asal Papua saat mengikuti Workshop Tenun Sambas, Ruth Silviana Kandipi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.COMID, SAMBAS - Salah satu peserta Kirab Pemuda 2018, asal Jayapura Provinsi Papua mengatakan dirinya senang belajar Tenun Sambas.

Ruth Silviana Kandipi namanya, sekarang Mahasiswi semester 7 di Universitas Cendrawasih Papua. Yang berkuliah di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu mengaku kagum dengan hasil kerajinan tangan khas Sambas.

"Ini pertama kali saya belajar Tenun, Karena di Papua juga tidak ada Tenun ini adanya cuma batik. Hasilnya sangat bagus ya, dan punya banyak motif," ujarnya, Kamis (18/10/2018).

Ruth menjelaskan, sebelumnya dirinya sudah mendapatkan penjelasan mengenai tata cara pembuatan dan lama waktu pembuatannya.

Baca: Pedagang Sambut Baik Pembangunan Pasar di Kapuas Hulu, Ini Penjelasan Pemerintah

"Tadi katanya untuk yang profesional ibunya bilang seminggu untuk yang polos kalau motif bisa satu bulan," sambungnya.

Oleh karenanya, ia tidak heran jika harga tenun tersebut di bandrol cukup tinggi.

Untuk itu Ruth mengatakan seharusnya tidak ada yang komplain dengan harga itu, karena merupakan sebuah hasil karya tangan dan kerajinan yang bernilai tinggi.

"Harga tinggi ngak masalah ya, karena ini kerajinan seharusnya kita bisa menghargai orang yang membuat karena tidak semudah yang diperkirakan," tuturnya

"Tadi benangnya juga di pisahkan dulu, lalu di jegerek- jegerek (tarik) itu susah. Jadi kita harus hargai itu," paparnya.

Ruth juga mengatakan dirinya sangat ingin memiliki kain Tenun Sambas itu, namun dirinya tidak bisa membeli karena perjalanannya masih jauh dan memerlukan biaya.

Namun Ruth tidak menyangkal keinginannya jika ada yang memberikan kain khas Sambas itu untuk oleh-oleh, ia sangat ingin memilikinya.

Tidak hanya itu, siang tadi pada saat mengikuti kegiatan makan Saprahan Ruth juga mengaku bahagia dengan penerimaan dan sambutan masyarakat Sambas.

Ini menunjukkan, bahwa Sambas adalah Kabupaten yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kebersamaan antar masyarakat.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved