Hadiri Rakoor Evaluasi Haji Tahun 2018, Ini Harapan Sutarmidji
Kalau masih bawa barang bawaan yang banyak, tentu ini akan merepotkan petugas dan CJH saat menuju tanah suci
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pemprov Kalbar dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalbar gelar Rapat Koordinasi (rakoor) dan Evaluasi Haji Tahun 2018 Se-Kalimantan Barat di Hotel Borneo Pontianak, Kamis (18/10/2018).
Rakoor bertema sinkronisasi dan sinergi peran seluruh stakeholder guna mewujudkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji daerah Provinsi Kalbar Tahun 2019 yang berkualitas dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, jajaran Kanwil Kemenag Kalbar dan Kemenag Kabupaten/Kota, serta lintas sektoral lainnya.
Baca: 100 Sales Ikuti Sales Social Activity Home Credit Indonesia
Gubernur Kalbar Sutarmidji berharap rakoor dan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji benar-benar menjadi momentum evaluasi dan memperbaiki kinerja pelayanan ibadah haji di tahun-tahun selanjutnya. Segala hal kecil terkait penyelenggaraan ibadah haji harus jadi perhatian penyelenggara.
“Target-target pelanggaran atau masalah-masalah yang timbul harus jadi perhatian. Penyelenggara haji harus rutin mensosialisasikan kepada Calon Jemaah Haji agar dapat mematuhi aturan berangkat haji,” ungkapnya saat hadiri rakoor.
Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini juga berharap para petugas yang memberikan pelayanan haji kepada Calon Jemaah Haji (CJH) yang akan menjalankan rukun Islam kelima di Tanah Suci lebih aktif kepada CJH.
“Saat berangkat maupun saat berada di Tanah Suci, petugas harus aktif. Petugas haji harus memberikan pemahaman kepada CJH yang akan melaksanakan ibadah haji, terutama masalah barang-barang bawaan,” terangnya.
Ia mengingatkan bahwa CJH tidak perlu repot-repot membawa barang bawaan. Hal ini guna menghindari barang bawaan melebihi ketentuan berlaku. Sebab, semua keperluan CJG sudah tersedia dan dipersiapkan sebelumnya oleh pihak penyelenggara.
“Kalau masih bawa barang bawaan yang banyak, tentu ini akan merepotkan petugas dan CJH saat menuju tanah suci,” katanya.
Midji sapaannya meminta Kanwil Kemenag Kalbar menata ulang Asrama Haji agar dapat memberikan kenyamanan bagi CJH saat transit dan berada di Asrama Haji Pontianak. Ia menyarankan jika bisa, alangkah baiknya Asrama Haji dibangun di dekat Bandara Internasional Supadio.
“Hal ini agar CJH lebih leluasa dan koordinasi petugas haji dengan pihak Bandara lebih gampang. Tahun depan, Landasan pacu pesawat Bandara Internasional Supadio akan diperpanjang. Nanti, pesawat berbodi besar dapat mendarat dan melayani penerbangan Haji dari Pontianak menuju Tanah Suci,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sutarmidji_20181018_194700.jpg)