Kapal TNI AL Temukan Longsoran di Dasar Laut di Teluk Palu, Berikut Analisanya

Kapal itu juga mengecek kemungkinan adanya spot kedangkalan di mulut teluk dan area pemeruman di luar perairan Teluk Palu.

Kapal TNI AL Temukan Longsoran di Dasar Laut di Teluk Palu, Berikut Analisanya
ISTIMEWA
Kondisi bangunan masjid Baiturrahman yang hancur akibat Tsunami di jl Diponegoro, Kota Palu, Sulteng, Jumat (5/10). Masjid ini merupakan salah satu masjid terparah pasca gempa yang melanda kota palu. Hingga saat ini puluhan jenazah telah dievakuasi oleh tim basarnas dan diperkiran masih banyak dikawasan tersebut. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kapal TNI AL, KRI Spica-934 menemukan adanya longsoran dasar laut di perairan teluk Palu, Sulawesi Tengah. Diperkirakan longsoran ini sebagai asal kekuatan tsunami di Sulteng.

Adanya longsoran itu diketahui setelah KRI Spica-934 melakukan survei dan pemetaan pasca gempa dan tsunami di perairan Teluk Palu beberapa waktu lalu.

KRI Spica-934 diterjunkan oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

"Dari data yang diperoleh dan analisa tim Pushidrosal menemukan adanya longsoran dasar laut pada kedalaman 200-500 m di Tanjung Labuan atau Wani Teluk Palu," seperti dikutip dari siaran pers Pushidrosal, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Baca: Hujan Guyur Putussibau dari Malam Hingga Pagi Ini 

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro mengatakan, KRI Spica melakukan survei full covered menggunakan Multibeam Echosounder EM-302, yang mampu mengukur kedalaman hingga 6.000 meter di dalam Teluk Palu.

Kapal itu juga mengecek kemungkinan adanya spot kedangkalan di mulut teluk dan area pemeruman di luar perairan Teluk Palu.

Baca: Tuan Guru Bajang (TGB) Bela Jokowi Soal Al Fatekah, Begini Penjelasannya

Hal itu kata dia, bertujuan memperkuat data untuk pembuatan peta tematik mitigasi bencana.

Data terbaru Pushidrosal memberikan informasi dasar laut yang lebih detail.

Dengan Multibeam Echosounder, perubahan topografi dasar laut dapat digambarkan dengan lebih jelas.

Diharapkan, data dan informasi ini menjadi dasar untuk prediksi proses-proses geologi dan menjadi informasi penting dalam usaha mitigasi bencana.

Editor: Jamadin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved