Waspada! Campak dan Rubella Bisa Menular Lewat Bersin dan Batuk

Campak dan Rubella termasuk dalam kategori Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (disingkat PD3I)

Editor: Jamadin
TRIBUNFILE/IST
vaksin Measles dan Rubella (MR) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menyebutkan bahwa, virus Campak dan Rubella menyerang warga melalui bantuk dan bersin.

Disarankan kepada warga untuk mengikuti imunisasi sehingga terhindar dari virus campak dan rubella.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Balikpapan, Dr Esther Vonny K, MMR, mengatakan bahwa Rubella dan Campak tertular melalui batuk dan bersin.

Baca: Polisi Ciduk 4 Orang Sindikat Curanmor, Barang Bukti Yang Diamankan 21 Motor

"Campak dan Rubella termasuk dalam kategori Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (disingkat PD3I). Pencegahan Campak dan Rubella hanya diperoleh dengan Imunisasi," kata Vonny
Di Balikpapan kasus campak dan rubella setiap tahunnya meningkat. Baru sekitar 44,08 Persen vaksinasi rubella dan campak. Targetn imunisasi 95 persen.

"Untuk terhindar dari Rubella adalah dengan imunisasi Measles Rubella (MR) dengan menjalankan pola hidup sehat," katanya.

Baca: Hamdani: Kubu Raya Sudah Darurat Rubella

Vonny menjelaskan, Balikpapan harus siap penanganan kasus Rubella dan Campak. "Terkait KLB kita harus siap, rubella ini beda dengan virus yang lain, jika kita terjangkit rubella akan mendampak dan penularan lebih banyak lagi," ujar Vonny.

Dia pun menjelaskan, bagaimana jika yang terkena ibu hamil, akan melahirkan anak yang cacat. Dampak jangka panjang dan jangka pendek itu sangat banyak, salah satunya kan menghasilkan anak-anak yang catat dan menderita Rubella cyndrom.

"Bagaimana jadinya, Balikpapan yang terkena, jika ada ribuan anak itu tidak tercover dan ada kecatatan tadi, dan orang Balikpapan akan mendapatkan dampak rubella cyndrom," ujar Vonny.

Menurutnya, bagi ibu hamil yang terkena Rubella, 90 persen akan menghasilkan bayi yang cacat.

"Rata-rata trimester pertama. Untuk KLB Rubella ini, selain penyakitnya menular, dampak kecatatan pada generasi penerus, berbeda dengan yang lain. Jika komplikasinya akan menyebabkan kematian. Butuh jiwa yang besar jika seorang orang tua menyuluh jika memiliki anak seperti ini," katanya. 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved