Pileg 2019

DPRD Maju ke DPR RI, Pengamat: Bersaing Ketat

Anggota DPRD menunu DPR RI akan terjadi persaingan yang ketat karena harus menantang petahana

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pengamat Komunikasi Politik Untan, Dr. Netty Herawati M.Si. 

Pengamat Komunikasi Politik Untan
Dr. Netty Herawati M.Si

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Komunikasi Politik Untan, Dr. Netty Herawati M.Si menilai dengan majunya para Anggota DPRD menunu DPR RI akan terjadi persaingan yang ketat karena harus menantang petahana, mantan Kepala Daerah dan SKPD.

Berikut analysis dari beliau :

Menurut saya sih peluang itu tetap ada, namun peta persaingannya sudah berubah dan tentu saja ini juga merubah besarnya peluang bagi petahana untuk bersaing dengan para mantan pejabat yang terdiri dari para birokrat yang tentu saja juga memiliki nama yang populer di masyarakat.

Pesaingnya kan para birokrat yang cukup populer jadi peluang mereka tetap ada. Namun mereka juga harus bersaing ketat, untuk itu jika ingin peluangnya bagus mereka harus merubah strategi atau diikuti dengan strategi baru untuk merebut hati masyarakat.

Baca: Dua Periode di DPRD Provinsi, M Jimi Optimis Melenggang ke Senayan

Umumnya masyarakat di Kalbar juga memilih karena kepopuleran, belum melihat track record. Kekuatan dipetahana tinggal meningkatkan sosialisasi karena sudah punya bukti bekerja sebagai legislatif terutama meyakinkan konstituennya serta tergantung apakah selama jadi legislatif amanah, kalau tidak maka gampang untuk tergerus oleh nama-nama yang tak sulit disosialisasikan pada masyarakat.

Jadi tetap saja kembali pada kualitas, kalau dulu karena mungkin pesaingnya belum punya nama, jadi dengan lenggang kangkung saja, akan mudah dan minat politik orang dulu tidak seperti sekarang yang begitu tinggi animo politiknya.

Saya juga melihat fenomena banyaknya mantan birokrat menjadi legislatif, padahal kemampuan seorang birokrat dan menjadi legislatif sangat berbeda. Seorang yang memimpin daerah belum tentu akan menjadi wakil rakyat yang mempuni karena menjadi wakil rakyat yang bagus harus punya kemampuan interaksi pada masyarakat, berkomunikasi karena mewakili dan membawa aspirasi.

Sedangkan birokrat lebih kepada komando, dan mengatur kebawah. Namun masyarakat umumnya lebih melihat tingkat popularitas daripada track record.

Menurut saya dengan peta seperti ini menarik sekali untuk diamati, jadi kalau peluang saya kira tetap namun diikuti dengan strategi, kominilasi, kampanye yang lebih berat daripada pesaing yang orang biasa.

Saya kira majunya DPRD ke RI merupakan hal yang karena dianggap naik kelas, padahal yang harus dipikirkan ialah perjuangan dan aspirasi yang diemban lebih berat.

Walaupun saat menjadi Anggota DPRD Provinsi prestasinya tidak gimana-gimana amat, namun PD dan merasa capaian harus meningkat. Padahal menurut saya seorang legislatif mengabdi pada rakyat tidak mesti juga ke tingkatan RI namun bagaimana pertanggung jawaban saat menjadi anggota legislatif.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved