Nelayan Mempawah Tuntut Pelindo Bayar Ganti Rugi Kelong dan Togok

Dari pihak nelayan hanya minta itu ndak ada lebih ndak ada kurang. Pada dasarnya kita semua setuju dengan adanya pembangunan ini

Nelayan Mempawah Tuntut Pelindo Bayar Ganti Rugi Kelong dan Togok
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Suasana Pencanangan Pembangunan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Rabu (11/04/2018) 

Laporan Wartawan Tribunpontianak.co.id, Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - 20 orang perwakilan masyarakat mengikuti musyarawah bersama yang diinisiasi Plt Bupati Mempawah Gusti Ramlana dan menghadirkan Pelindo, sebagai penanggungjawab pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing, Senin (1/10).

Musyawarah dilakukan terkait nasib keberadaan togok dan kelong (pondok milik nelayan di tengah lautan) terdampak Pelabuhan Internasional Kijing.  

Baca: Legenda MU Sebut Zinedine Zidane Bukan Solusi, Ini Alasannya

Musyawarah dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Mempawah turut dihadiri Kapolres Mempawah, Dandim 1201 MPW, dan Kepala Kejaksaan Negeri Mempawah, serta pihak terkait.

Andi Patiwani, perwakilan masyarakat nelayan yang memiliki delapan kelong mengatakan, pihaknya bersama warga pemilik togok dan kelong yang berlokasi di sekitar area pembangunan sangat mendukung Pelabuhan Terminal Kijing ini. Hanya saja pihaknya ingin meminta kepastian terkait proses jadwal penggantian dari togok dan kelong yang ada.

"Dari pihak nelayan hanya minta itu ndak ada lebih ndak ada kurang. Pada dasarnya kita semua setuju dengan adanya pembangunan ini," ujarnya. 

Baca: Deklarasi Gerakan Melindungi Hak Pilih Oleh KPU Landak

"Kami hanya menginginkan ada jadwal pasti akan kapan di ganti rugi," tambahnya.

Plt Bupati Mempawah Gusti Ramlana mengatakan bahwa pihaknya hari ini akan membuat surat dan mengirimkan langsung ke pihak Pelindo pusat terkait jadwal perencanaan penggantian kelong dan togo tersebut.

Asisten Tata Praja Pemkab Mempawah Juli Suryadi Burdadi, menambahkan bahwa dari data awal yang ada, terdapat empat baris kelong yang ada di sekitar lokasi pembangunan Terminal Kijing. 

Baca: Solidaritas Palu, Kader PMII Mempawah Galang Dana

"Baris kijing, baris balkon, baris sungai, baris dua, jadi ada empat baris. Di baris Kijing ada sekitar 318 buah dan kita harapkan semua dapat diselesaikan. Tapi kita juga tidak bisa memaksa, kan harus berproses dan harus di selesaikan verifikasi data-data yang ada," paparnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Rihard Nelson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved