Habibi Jadi Wisudawan Terbaik Politeknik Negeri Sambas

Habibi juga mengatakan bahwa prestasi buang ia raih hari ini adalah atas dasar doa dari orang tua dan orang-orang yang telah mendukung

Habibi Jadi Wisudawan Terbaik Politeknik Negeri Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ M WAWAN GUNAWAN
Habibi saat menerima ucapan selamat dan pemasangan selempang yang di sematkan oleh Direktur Poltesa, Sabtu (29/09/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Mahasiswa jurusan teknik multimedia, Habibi di daulat menjadi wisudawan terbaik di wisuda Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Minggu (30/09/2018).

Dalam sesi wawancara bersama Tribun, Habibi mengaku sangat bersyukur dan bahagia karena bisa menjadi lulusan dengan IPK tertinggi di poltesa untuk tahun akademik 2017/2018.

Baca: Politeknik Negeri Sambas Wisudakan 105 Mahasiswa

Baca: Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Keracut Ajak Warga Tolak Pungli

"Alhamdulillah, memang saya memiliki IPK tertinggi, tapi belum tentu saya yang terbaik. Karena saya yakin masih banyak yang lebih baik dan berprestasi dibanding saya," ujarnya (29/9).

Selain mengucapkan syukur, Habibi juga mengatakan bahwa prestasi buang ia raih hari ini adalah atas dasar doa dari orang tua dan orang-orang yang telah mendukung, sehingga bisa menjadi salah satu yang terbaik.

Habibi didaulat menjadi lulusan terbaik Politeknik Negeri Sambas setelah mendapatkan IPK 3,96. Atas dasar itu, ia berhak atas predikat lulus dengan pujian.

Lebih lanjut, saat di tanyakan apa rahasianya sehingga bisa menjadi lulusan terbaik di Poltesa. Habibi mengaku hanya mengerjakan tugas sebaik-baiknya, sesuai dengan ketentuan yang diberikan dosen.

"Yang saya lakukan adalah dengan berusaha mengerjakan (tugas) sebaik mungkin, untuk setiap tugas yang diberikan oleh dosen. Tidak mengerjakan secara asal-asalan dan tidak hanya sekedar selesai saja," sambungnya.

Sementara itu, untuk hal-hal yang mungkin bisa dicontoh oleh mahasiswa dibawahnya. Ia mengatakan mahasiswa harus bisa fokus, dan harus bisa membagikan waktunya sebaik-baik mungkin untuk kuliah.

"Kalau perjalanan, tidak berbeda jauh dengan mahasiswa kebanyakan. Kebetulan juga saya tidak terlibat dalam organisasi, sehingga saya bisa fokus dalam kuliah walau kadang juga disibukkan hal-hal diluar perkuliahan," bebernya.

"Sedikit hal yang dapat saya bagikan adalah kerjakanlah segalanya dengan maksimal. Karena percayalah tidak ada hasil yang mengkhianati usaha," pungkasnya.

Untuk rencana selanjutnya, ia mengatakan ada keinginan untuk melanjutkan ke jenjang studi lebih tinggi. Karena menurutnya dalam kehidupan, proses belajar tidak akan pernah berhenti.

"Insya Allah, kalau memang ada rezeki tentu saja ada keinginan untuk lanjut (S2). Karena ketika kita hidup, tidak berhenti yang namanya proses belajar," tutupnya. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved