Gempa Palu

4 Fakta Rusuh Rutan Donggala, Tahanan Ingin Bertemu Keluarga Pasca Gempa Tsunami Donggala-Palu

Para tahanan di rumah tahanan (rutan) Klas II B, Donggala, mengamuk dan membakar bangunan ketika tuntutan mereka tidak dipenuhi petugas.

Kompas.com
Kerusuhan Rutan Donggala 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Para tahanan di rumah tahanan (rutan) Klas II B, Donggala, mengamuk dan membakar bangunan ketika tuntutan mereka tidak dipenuhi petugas.

Para narapidana tersebut ingin pulang dan mengetahui nasib para keluarga mereka pasca-gempa dan tsunami di Donggala dan Palu. Kurang lebih 100 napi diketahui kabur.

Berikut fakta terkait kerusuhan di rutan Klas II B, Donggala, pada hari Sabtu (30/9/2018).

1. Narapidana tuntut dibebaskan untuk bertemu keluarga

Gempa 7,4 SR di Donggala membuat 342 penghuni rutan Klas II B di Donggala panik dan marah.

Bukan marah karena nasib mereka, namun karena tuntutan mereka untuk dibebaskan agar bisa bertemu dengan keluarga ditolak oleh petugas.

Para napi ingin mengetahui nasib keluarga mereka pasca-terjadi gempa dan tsunami di Donggala dan Palu.

"Ricuh dipicu keinginan warga binaan dibebaskan untuk bertemu dengan keluarganya.

Ada 100 narapidana dan tahanan diperkirakan kabur," ujar Kepala Rutan kelas IIB Donggala Saifuddin kepada Kompas.com di lokasi kejadian, Sabtu (29/9/2018) malam

Baca: Kondisi Terkini Cuaca di Kota Sanggau Saat Ini, Minggu (30/9/2018)

Baca: Arus Lalu Lintas di Jalan Ahmad Yani Sanggau Padat Lancar, Minggu (30/9/2018)

Baca: Lepas Landas saat Gempa Palu, Pilot Batik Air Rekam Tsunami dari Balik Kokpit

2. Rutan Donggala hangus dan rata dengan tanah

Kepala Rutan Donggala, Saifuddin mengatakan, upaya pengendalian kerusuhan sudah dilakukan dengan mengerahkan ratusan personel Brimob dari Polda Sulawesi Tengah.

Namun, minimnya mobil pemadam kebakaran yang tiba di rutan membuat api tidak terkendali.

Kondisi rutan Donggala pun rata dengan tanah.

Ruang terdepan dari gedung utama ludes terbakar. Akibatnya, rutan tak lagi bisa menampung para tahanan yang masih berada di rutan.

Saifuddin mengatakan, kerusuhan terjadi mulai sekitar pukul 23.00 WIB

Kerusuhan di Lapas
Kerusuhan di Lapas ()

Baca: Bupati Apresiasi Adanya Seminar TRB Program Bayi Tabung

Baca: Dewan Sebut Perubahan Tunjangan, Rangsang ASN Bekerja Lebih Baik

Baca: Cornelis Buka Suara Soal Pencabutan Dirinya Dari Tim Kampanye Daerah Jokowi-KH Maruf

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved