Pilpres 2019
Mahfud MD Peluk Ma’ruf Amin di Pernikahan Putra Ketua DPR Bambang Soesatyo
Calon Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin berpelukan dengan mantan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK), Prof Mahfud MD.
Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Agus Pujianto
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Calon Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin berpelukan dengan mantan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK), Prof Mahfud MD.
Ini adalah kali pertama keduanya berpelukan setelah drama pengumuman siapa calon wakil presiden pendamping petahana, Pesiden Joko Widodo (Jokowi).
Pertemuan Mahfud MD dan Ma’ruf Amin terjadi di resepsi pernikahan putra Ketua DPR Bambang Soesatyo.
Putra Bamsoet, Dimas Raditya Nazar Soesatyo, mempersunting gadis pujaan hatinya.
Resepsi digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (10/9/2018).
Baca: Mahfud MD Nyatakan Pasangan Capres 2019 Tak Ada Yang Ideal, Tapi Tetap Akan Milih
Dari video di Kompas TV, terlihat sejumlah pejabat hadir dalam resepsi pernikahan itu.
Di antaranya terlihat Menteri Puan Maharani dan politisi senior PDIP Tjahjo Kumolo.
Dari sekian tamu yang datang, rupanya kehadiran KH Ma’ruf Amin dan Mahfud MD yang paling banyak menyedot atensi wartawan.
Saat itu, KH Ma’ruf Amin baru saja akan meninggalkan tempat resepsi pernikahan.
Di pintu ke luar, ia berpapasan dengan Mahfud MD yang baru saya tiba.
Tidak ayal, keduanya pun saling menyapa satu sama lain.
Baca: Mahfud MD Menolak Keras Ikut #2019GantiPresiden, Sang Profesor Hanya Setuju Hal Ini
Tak berapa lama kemudian, Mahfud MD dan KH Ma’ruf Amin berpelukan.
Sontak hal ini menjadi sorotan tamu undangan yang hadir dan para jurnalis.
“Oh iya berpelukan engan KH Maruf amin. Kita ini kan saudara, selesai ya selesai kan gitu,” kata Mahfud MD kepada wartawan.
Mahfud juga mengatakan dirinya bertemu dengan undangan lainnya, yang notabene anak-anak bangsa.
“Berpapasan dengan Said Agil Siradj dan Pak SBY. Cipika-cipiki sebagai anak bangsa,” ujarnya.
Pertemuan keduanya, apalagi sampai berpelukan seperti mencairkan suasana pasca drama pengumuman calon wakil presiden pendamping Jokowi.
Baca: Deklarasi 2019 Ganti Presiden Dinilai Mahfud MD Sah dan Tidak Curi Start Kampanye
Saat itu, Jokowi memilih KH Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya.
Padahal, nama yang digadang-gadang bakal jadi cawapres adalah Mahfud MD.
Mengutip kompas.com. Presiden Jokowi memutuskan Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden pendampingnya dalam Pilpres 2019.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers bersama para ketua umum dan sekretaris jenderal parpol pendukung di Restoran Plataran, Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) petang.
"Saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi sebagai calon wakil presiden adalah Profesor Kiai Haji Ma'ruf Amin," ujar Jokowi.
Baca: Indonesia Lawyers Club (ILC) Batal Tayang, Mahfud MD Pilih Lakukan Ini di Yogyakarta
Jokowi kemudian menjawab kemungkinan adanya pertanyaan dari publik alasan memilih Maruf.
Menurut Jokowi, Maruf adalah tokoh agama yang bijaksana.
Jokowi kemudian menyebut berbagai jabatan yang pernah diemban Maruf.
Ma'ruf pernah menjadi anggota legislatif DPRD, DPR, MPR, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rais 'Aam PBNU hingga sekarang menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia.
Dalam kaitannya dengan Kebhinekaan, kata Jokowi, Maruf menjabat anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Baca: DPD Hanura Kalbar Intruksikan Seluruh DPC Bekerja Maksimal Menangkan Jokowi-Maruf Amin
"Kami ini saling melengkapi, nasionalis religius," ujar Jokowi.
Dalam pertemuan tersebut hadir seluruh pimpinan parpol pendukung, yakni:
1. Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto
2. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk Paulus
3. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Sekjen Johnny G. Platte
4. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen Abdul Kadir Karding
Baca: Juru Bicara Jokowi-Maruf Amin, Ruhut Sitompul Angkat Suara Terkait Mahfud MD Batal Cawapres
5. Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy dan Sekjen Asrul Sani
6. Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang dan Sekjen Herry Lontung
7. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie dan Sekjen Raja Juli Antoni
8. Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Sekjen Ahmad Rofiq
9. Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono dan Sekjen Verry Surya Hendrawan. (*)