Menteri Sosial Idrus Marham Mengundurkan Diri, Ini Penggantinya
Idrus lalu berpamitan ke awak media karena akan menunaikan shalat Jumat di kantor Kementerian Sosial di Salemba.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menteri Sosial Idrus Marham Mengundurkan Diri
Menteri Sosial Idrus Marham mendadak bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/8/2018) siang.
Setelah bertemu Jokowi, Idrus keluar dari Istana pukul 11.20 WIB, ditemani Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.
Seusai pertemuan, Idrus dan Ngabalin yang menggunakan mobil golf terus melaju dan tak menghiraukan para jurnalis. Kendati demikian, para wartawan tetap mengejar Idrus sampai ke tempat mobilnya terparkir.
Baca: UPDATE Medali Asian Games Jumat Sore: Ini Posisi Indonesia dengan Koleksi 9 Medali Emas
Baca: Logo HTI dan PKS di Spanduk Deklarasi #GantiPresiden Pontianak, Tertulis Tegakkan Khilafah
Saat dikonfirmasi soal isu yang menyebutnya akan mengundurkan diri, Idrus tak menjawab dengan tegas.
"Ya, kalau iya kenapa? kalau enggak kenapa?" kata Idrus.
Idrus lalu berpamitan ke awak media karena akan menunaikan shalat Jumat di kantor Kementerian Sosial di Salemba.
Ia mengaku akan kembali ke Istana setelah Salat Jumat.
Politisi Golkar itu lalu meninggalkan Istana dengan mobil Pajero Hitam B 1372 RFO, bukan mobil Mensos berplat RI 30.
Setelah itu, awak media bertanya kepada Ali Mochtar Ngabalin mengenai isu pengunduran diri Idrus.
Namun, Ngabalin juga tidak menjawab dengan tegas. Idrus sebelumnya sudah beberapa kali diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau, Rabu (15/8/2018).
Baca: Putus Dari Ariel Noah, Sophia Latjuba Kepergok Mesra Dengan Pria ini?
Baca: Kabar Tak Membahagiakan, Komedian Wendi Cagur Dirawat di Rumah Sakit
Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebagai tersangka kasus suap.
Eni ditangkap saat berada di rumah Idrus Marham.
Politisi Golkar itu diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta yang merupakan bagian dari commitment fee 2,5 persen dari nilai proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.
Fee tersebut diberikan oleh Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/idrus_20180117_153525.jpg)