Tangani Karhutla, BPBD Kalbar Optimalkan Satgas Darat dan Satgas Udara
Ia memastikan satuan tugas patroli dan pemadaman darat berjalan sesuai tugas pokok dan fungsi yang telah ditetapkan.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat TTA Nyarong menegaskan pihaknya telah lakukan berbagai upaya teknis dan strategis untuk penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat.
Ia memastikan satuan tugas patroli dan pemadaman darat berjalan sesuai tugas pokok dan fungsi yang telah ditetapkan.
“Kami dari BPBD, TNI, POLRI, Manggala Agni dan Damkar Swasta sudah bekerja sesuai arahan,” ungkapnya saat dikonfirmasi Tribun Pontianak, Rabu (22/8/2018) sore.
Baca: Tangani Kabut Asap dan Karhutla, Ini Langkah Pemkab Mempawah
TTA Nyarong menimpali satuan tugas operasi udara dan water bombing juga dioptimalkan. Ia menambahkan jumlah helikopter yang beroperasi di Kalbar hingga tanggal 22 Agustus 2018 sebanyak 8 buah.
8 buah heli itu diantaranya satu buah Heli Bolcow yang berfungsi untuk patroli dan water bombing, dua buah Heli Bell fungsi water bombingterparkir di Supadio, satu buah Heli Bell fungsi water bombing di Sintang, serta satu buah Heli Bell fungsi water bombing di Ketapang.
“Kemudian ada tiga buah heli MI 8 fungsi water bombing yang baru datang dan sudah beroperasi. Jadi, totalnya delapan helikopter,” terangnya.
Sesuai perintah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kata TTA Nyarong, pihaknya dimintai memaksimalkan water bombinguntuk mengatasi karhutla. Arah operasi water bombing masih melakukan pengeboman daerah Sekunder C, Kecamatan Rasau Jaya Umum, Kabupaten Kubu Raya.
“Selain itu, juga daerah-daerah yang terpantau hotspot,” imbuhnya.
Ia tidak menampik karhutla yang sempat terjadi beberapa hari terakhir berdampak terganggunya aktivitas penerbangan sehingga delay atau penundaan pada jam penerbangan pertama.
Pasca tebalnya kabut asap, sekolah-sekolah di Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah juga diliburkan. Hal ini lantaran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sudah sangat tidak sehat.
“Terutama pada sore hari dan malam hari sehingga ada masyarakat yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” katanya.
BPBD Kalbar juga terus mengoperasionalkan pesawat CASSA untuk membuat hujan buatan dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
“Sudah ada hujan di beberapa titik lokasi, walaupun tidak merata dan belum bisa membasahi lahan gambut yang terbakar,” tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tta-nyarong_20180723_195239.jpg)