Terkait Vaksin MR, Berli: Tak Mungkin Pemerintah Berikan Program yang Membahayakan Masyarakat

Berli mengatakan pihaknya harus bekerja lebih keras agar pelaksanaan Imunisasi MR bisa diralisasikan sesuai target.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
dr Berli Hamdani 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Kendati masih adanya prokontra terkait vaksin Measles dan Rubella (MR) namun program tersebut di Kubu Raya tetap berlanjut.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani . Dia mengatakan, program pemberian vaksinasi Measles dan Rubella (MR) di Kubu Raya terus dilaksanakan pihaknya.

"Sampai saat ini, progres pelaksanaan imunisasi MR di Kubu Raya baru mencapai 26 persen dari jumlah keseluruhan target sasaran yang dipatok sebesar 170.064 orang," ujarnya.

Baca: MUI Kalbar: Vaksin MR Positif Mengandung Babi dan Human Deploit Cell

Berli mengatakan pihaknya harus bekerja lebih keras agar pelaksanaan Imunisasi MR bisa diralisasikan sesuai target. 

"Imunisasi MR ini Jadwalnya sampai September, semoga target kita sampai," lanjutnya. 

Target minimal pelaksanaan imunisasi MR diakuinya harus mencapai 90 persen dari total target yang telah ditentukan. Karena jika dibawah 90 persen dikhawatirkan, upaya pencegahan penyakit sindrom Rubella dan Campak gagal dilakukan. 

Baca: Asap Pekat Landa Pontianak, Sejumlah Warga Pakai Masker Saat Beraktivitas

"Jadi, target 90 persen hukumnya wajib, jai kita harus kerja keras," katanya.

Menurut Berli untuk vaksin MR ini memang ada yang masih menolak, namun ia mengatakan sebenarnya yang belum memiliki sertifikat halal hanya untuk vaksin rubela sementara Measles sebelumnya telah ada. 

"Saat ini pelaksanaan imunisasi MR di Kubu Raya beberapa lembaga pendidikan seperti pondok pesantren menolak imunisasi MR, karena belum ada kepastian sertifkasi halal yang dikeluarkan oleh MUI. Mereka persmasalahkan vaksin Rubellanya, karena belum ada sertifikat halal dari MUI. Tetapi imunisasi campak tidak ada masalah karena sudah program rutin," ungkapnya. 

Baca: Serahkan PPKD, Sekda Kayong Utara Harap Kemendikbud Kucurkan DAK Kebudayaan

Ia mengatakan dinas kesehatan juga tidak memaksakan masyarakat untuk di vaksin. 

"Bagi kelompok masyarakat yang menolak untuk divaksin, maka petugas kesehatan tidak memaksakan. Pemberian vaksin MR saat ini hanya dilaksanakan bagi masyarakat yang tidak mempersoalkan," katanya. 

Menurutnya program imunisasi MR yang dilaksanakan secara serentak seindonesia, tujuannya tak lain untuk menecah mewabahnya visur Measles dan Rubella yang rentan menimpa anak-anak. Ia memastikan pemberian vaksin MR tidak mebahayakan anak-anak sebagaimana isu kampanye hitam yang beredar dimedia sosial terkait efek vaksin MR bisa memahayakan jiwa. 

"Tidak mungkin pemerintah memberikan program yang membahayakan masyarakat. Kemudian sampai saat ini belum ditemukan cara lain yang ampuh mencegah terjadinya sindrom Rubela yang sangat membahayakan itu selain pemberian vaksin," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved