Jumadi: Tembak Mati Bandar Narkotika

Tentunya sudah yang kesekain kalinya diamankan dalam jumlah yang berkilo-kilo, kita juga sangat prihatin dengan adanya kasus ini

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/Hendri Chornelius
Ketua DPRD Sanggau, Jumadi SSos 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Ketua DPRD Sanggau, Jumadi mengapresiasi dengan BNN yang berhasil mengagalkan upaya penyelundupan shabu seberat 10 kg di Jl Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

“Berdasarkan informasi yang saya didapat sabu tersebut dibawa melalui jalur tikus di Entikong. Dan diamankan di Jalan Ambawang. Tentunya sudah yang kesekain kalinya diamankan dalam jumlah yang berkilo-kilo, kita juga sangat prihatin dengan adanya kasus ini, ” tegasnya, Minggu (19/8/2018).

Baca: Kondisi Udara Sangat Buruk, Orangtua di Pontianak Resah

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sanggau itu pun menegaskan, jika ingin Indonesia bebas dari peredaran narkoba, maka bandar harus ditembak mati, karena yang ditangkap ini biasanya kurir.

“Berkali-kali saya katakan, caranya harus ditembak mati bandar narkoba. Kalau tidak begitu maka tidak akan ada efek jera terhadap bandar, itu saran dari saya supaya Indonesia bebas dari narkoba, ” tegasnya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sanggau itu, menambahkan, kedepan diharapkan agar kerjasama lintas instansi di perbatasan tetap dijalin untuk bersama-sama memberantas peredaran narkotika, karena efeknya sudah jelas sangat merusak diri sendiri.

Baca: Buka Kegiatan Lomba Burung Berkicau dan Panjat Pinang, Ini Pesan Bupati Jarot

“Jangan sampai mau terjerumus dengan barang haram itu, karena efeknya sagat tidak baik untuk diri sendiri. Untuk generasi penerus bangsa, jangan sampai mau tergoda dengan barang haram tersebut, ” tegasnya.

Kalau sempat beredar shabu seberat 10 kg itu, tentu sangat banyak generasi penerus bangsa yang menjadi korban. Kita sangat mengapresiasi dengan kesigapan pihak BNN yang mengamankan shabu tersebut.

“Kemudian, kepada orangtua tetap awasi prilaku anak-anaknya. Tanyakan apabila ada yang berubah dengan prilaku anak kita. Laporkan jika ada melihat hal-hal yang mencurigakan, ” pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved