Buka Kegiatan Lomba Burung Berkicau dan Panjat Pinang, Ini Pesan Bupati Jarot
Ini mengajarkan kita bahwa bangsa ini besar tidak saja jiwanya sehat badan sehat, tetapi jiwanya gotong-royong
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Berbagai kegiatan menghiasi Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-73 di Kabupaten Sintang, Bupati Sintang Jarot Winarno tidak pernah absen dalam membuka maupun menghadiri berbagai perlombaan.
Mengawali pagi, Jarot pertama pergi ke Perayaan Hari Mahkamah Agung ke-73. Menurutnya itu penting karena pada intinya tata kelola Pemerintahan hanya ada dua hal, yaitu pelayanan publik dan penegakan hukum.
"Kemudian yang kedua saya ke Lomba Burung Berkicau tadi, luar biasa. Perebutan Dandim Cup dan bahkan BRI juga ikut menyumbangkan satu unit sepeda motor. Tadi saya pergi di sana sebentar," ujar Jarot, Minggu (18/8/2018) sore.
Baca: Pimpin Bawaslu Kubu Raya, Uray Juliansyah Komitmen Tegakkan Keadilan Pemilu
Selanjutnya, menutup kegiatan hari ini, Bupati Sintang Jarot Winarno menghadiri kemeriahan olahraga rakyat Panjat Pinang dan Tarik Tambang yang dihadiri masyarakat di Lapangan Sepakbola Kodim 1205/Sintang.
"Karena tidak ada panjat pinang, berarti tidak ada pesta. Ini yang wajib ada setiap 17-an dan ada juga tarik tambang. Ini mengajarkan kita bahwa bangsa ini besar tidak saja jiwanya sehat badan sehat, tetapi jiwanya gotong-royong," katanya.
Baca: Oi Accoustic Night 2018 Mendapat Respon Positif dari Masyarakat
Tanpa gotong-royong, menurutnya tidak akan bisa panjat pinang tanpa kerjasama. Karena untuk menaklukkan batang pinang yang licin harus ada latihan, dan rencana siapa yang berada di bawah, kedua, ketiga dan teratas.
Lebih jauh, Jarot mengatakan bahwa beberapa perlombaan rakyat yang dahulu seringkali ia ikuti pada Perayaan Hari Kemerdekaan. Beberapa di antaranya yaitu, makan kerupuk, lari karung, lomba kelereng, dan panjat pinang.
"Panjat pinang ini susah, meluk benda licin itu susah. Kalau makan kerupuk kita menang lah, mulut kita lebar. Balap karung apalagi, badan kita kan agak tinggi. Cuma lomba balap guli jak kita yang kalah," pungkasnya.