Kondisi Udara Sangat Buruk, Orangtua di Pontianak Resah
Ia mengaku anaknya yang berumur 6 tahun 8 bulan sudah mulai terserang batuk pilek lantaran udara yang ada.
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANA.CO.ID, PONTIANAK - Beberapa hari belakangan ini, kualitas udara di Kota Pontianak terus memburuk lantaran serbuan bencana asap akibat kebakaran dan pembakaran hutan dan lahan yang terjadi.
Kondisi udara yang terpantau oleh alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Pontianak sudah menunjukan posisi kuning yang artinya sangat tidak sehat membuat warga merasa resah dan tertanggu dengan aktivitas yang ada.
Keresahan semakin menjadi terutama pada orangtua yang memiliki anak, satu diantara orangtua yang mengaku resah dan khawatir dengan kondisi udara saat ini adalah Ibrahim (42).
Ia mengaku anaknya yang berumur 6 tahun 8 bulan sudah mulai terserang batuk pilek lantaran udara yang ada.
Baca: Sekitar 700 Peserta Hadiri Seminar Motivasi Mr Syafii Efendi, Ini Materi Yang Disampaikan
Ia menyambut baik atas instruksi diliburkannya anak-anak sekolah oleh Wali Kota Pontianak, Sutarmidji. "Syukurlah sudah diliburkan, jadi tinggal kita menjaga anak-anak dirumah agar merela tak banyak bermaind diluar rumah," ucap Ibrahim yang memiliki empat orang anak ini.
Ibrahim menegaskan kondisi udara di Pontianak saat ini juga sudah dirasakan sangat tidak nyaman, saat berada diluar rumah ia sebut mata terasa perih dan sudah tidak nyaman dihirup.
Warga lainnya, Edi Gunawan (28) menyebutkan hal serupa, jika ia merasa kualitas udara di Pontianak saat ini sudah tidak nyaman. Jangankan anak-anak, orang dewasapun disebutnya sudah merasa tidak nyaman dan itu dirasakannya sendiri.
Baca: Kapolres Klaim Karhutla di Kayong Utara Turun
"Memang sudah tidak nyaman udara ni, jangankan anak-anak kita orang dewasapun sudah merasakan dampaknya langsung," tegasnya.
Ia menyayangkan kondisi ini terus terjadi hampir setiap tahunnya, bahkan ia sebutkan di Pontianak seakan menjadi bencana tahunan asap ini. Tapi tidak ada langkah yang konkret diambil pemerintah, padahal sudah dibuat instansi yang menanganinya.
Seringnya bencana asap melanda akibat kebakaran hutan dan lahan disebutnya tak terlepas dari campur tangan pemerintah yang memberikan izin alih pungsi lahan gambut seperti saat ini.
Saat ini disebutnya banyak sekali lahan gambut yang beralih fungsi sehingga sering terjadi kebakaran.