Smart Woman

Imunisasi MR Menjadi Wajib Karena Jika Tidak, Dapat Berdampak Pada Kematian

Campak harus dieliminasi, karena menurut Yuli, penyakit campak memiliki dampak komplikasinya yang begitu berat.

Imunisasi MR Menjadi Wajib Karena Jika Tidak, Dapat Berdampak Pada Kematian
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Dayang Yuliani SKM,MPH, Kepala Seksi Pencegahan Penyakit, Dinas kesehatan kota Pontianak 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Imunisasi MR adalah wajib, apabila kita mengacu pada fatwa MUI nomor 4 tahun 2016, jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kesakitan, kecacatan, bahkan kematian.

Dijelaskan oleh Kepala Seksi  Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dayang Yuliani bahwa hal tersebut karena, dampak yang terjadi jika imunisasi MR tidak dilakukan sudah sangat jelas

"Pertama pasti terjadi penyakit campak, karena tujuan imunisasi MR itu eliminasi campak dan pengendalian rubella," katanya.

Baca: Campak dan Rubella Hanya Dapat Dicegah Dengan Imunisasi

Baca: Naluri Seorang Ibu, Membuat Dayang Tak Ingin Anak Indonesia Terkana Campak dan Rubella

Campak harus dieliminasi, karena menurut Yuli, penyakit campak memiliki dampak komplikasinya yang begitu berat.

"Bisa mengakibatkan radang paru, radang otak, gizi buruk, kebutaan dan diare, dimana  komplikasi itu bisa menyebabkan kematian," terangnya.

Sedangkan untuk rubella, secara klinis 50% tidak menimbulkan gejala.

Baca: Terkait Halal Haramnya Vaksin Campak dan Rubella Ini Kata Sutarmidji

Apabila menyerang orang-orang yang memiliki daya tahan tubuhnya bagus, maka tidak masalah karena hanya dengan pengobatan ringan akan bisa sembuh dengan sendirinya.

Namun, rubella ini akan sangat bahaya jika menyerang ibu hamil pada saat trimester pertama, yaitu masa-masa kehamilan 0-3 bulan pertama.

"Kalau rubella menyerang ibu hamil trimester pertama, bisa terjadi keguguran, itu peluang cacat anak lahir 80-90%, anak terlahir cacat dengan cacat jantung, cacat mata, cacat telinga, gangguan perkembangan dan pertumbuhan, pengapuran otak," paparnya.

Halaman
123
Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved