Pernah Sangat Dekat Dengan Kematian, Ricky Merasa Ikut Terselamatkan Berkat Donor Darah

Langkah cepat kedua orangtuanya memboyongnya ke Singapura untuk mendapat perawatan medis, agaknya jadi keputusan penting.

Penulis: Ishak | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Panitia donor darah SMK Katolik Santa Maria, Ricky Muliawan, berpose di sela agenda, Sabtu (04/08/2018) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ricky Muliawan pernah merasakan momen-momen begitu dekat dengan kematian. Dalam satu potongan dari seluruh kejadian itu, donasi darah ambil peran dalam keselamatannya.

"Beberapa tahun yang lalu saya pernah terserang Sindrom Guillain - Barre (GBS). Itu adalah momen di mana kematian terasa sudah begitu dekat," ujarnya, saat dijumpai di sela agenda donor darah SMK Katolik Santa Maria Pontianak, Sabtu (04/08/2018) lalu.

Baca: Di SMK Katolik Santa Maria, Donor Darah Dioptimalkan Sebagai Sarana Edukasi Siswa

Baca: Di SMK Katolik Santa Maria, Donor Darah Dioptimalkan Sebagai Sarana Edukasi Siswa

Sindrom Guillain - Barre sendiri menurutnya adalah sebuah penyakit yang sangat langka. Menyerang sistem saraf, invasi virus ini membuatnya koma sampai 10 hari.

Serangannya benar-benar membuatnya tak bisa apa-apa. Bahkan, pihak medis terpaksa membuat lubang di lehernya untuk menyiapkan ventilator membantu pernapasannya.

Kala itu, jadi satu-satunya dari total tujuh orang penderita yang berhasil selamat.

Langkah cepat kedua orangtuanya memboyongnya ke Singapura untuk mendapat perawatan medis, agaknya jadi keputusan penting.

Selama di Singapura pulalah dirinya merasakan betul betapa donor darah begitu penting. Beberapa tindakan medis yang membutuhkan operasi, tentu memerlukan asupan dan ketersediaan darah.

"Saya merasakan betul susahnya saat sakit dan butuh darah. Saya merasa sangat terbantu dengan tersedianya darah dari pendonor. Tidak bisa dibayangkan jika saat itu darah yang dibutuhkan tidak tersedia," timpalnya.

Selain itu, setiap orang menurutnya punya potensi sakit. Pada situasi itu, bisa saja setiap orang membutuhkan darah bagi penyembuhan.

Alasan ini pulalah yang meringankan langkah kakinya terlibat aktif di agenda donor darah. Ia, lantas melibatkan diri sebagai Panitia Donor Darah Reuni Akbar 20 Tahun SMK Santa Maria. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved