Kalbar Expo

Owner Sambal CUK Perkenalkan 18 Varian Sambal Jatim di Kalbar Expo 2018

Salah satu pelaku usaha dari luar Kalbar yang ikut serta dalam pameran Owner Sambal Cabe, Uleg, Kemasan (CUK), Ir Hadi Subagio.

Owner Sambal CUK Perkenalkan 18 Varian Sambal Jatim di Kalbar Expo 2018
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Stan Disperindag Provinsi Jawa Timur dalam Kalbar Expo 2018. Expo kembali digelar di Pontianak Convention Center dan akan berlangsung hingga Minggu (30/7/2018). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kalbar Expo 2018, pameran UMKM yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat M Zeet Assovie dan diikuti oleh sekitar 60 stan resmi ditutup di Pontianak Convention Center dan akan berlangsung hingga Minggu (30/7/2018).

Salah satu pelaku usaha dari luar Kalbar yang ikut serta dalam pameran Owner Sambal Cabe, Uleg, Kemasan (CUK), Ir Hadi Subagio mengatakan mendapat respon positif.

Keikutsertaan Hadi diakuinya dalam rangka memperkenalkan 18 varian sambal yang sudah di pasarkan di Amerika dan beberapa negara lain.

"Pertama kali mengikuti Kalbar Expo 2018, Hadi mengaku mendapat respon positif dari pengunjung. Semakin banyak yang mencicipi semakin mudah distributor menjualnya. Kita tidak menargetkan transaksi tetapi lebih ke promosi," ujarnya.

Baca: Kadisperindag Kalbar Dorong Ekspor Produk UMKM

Baca: BREAKING NEWS: Wadir Narkoba Polda Kalbar Diamankan Petugas Bandara, Diduga Bawa Sabu

Dinas diakui Hadi mendukung penuh mulai dari sertifikasi ISO balkod hingga promosi produk.

"Kita juga dibantu melalui pelatihan. Makanya Jawa Timur ada 7.000.400 UMKM, jadi kita salah satu provinsi yang UMKM sangat hidup. Mudah-mudahan bisa di contoh provinsi lain dalam hal pembinaan," ujarnya.

Memiliki produk yang menembus pasar Amerika, diakui Hadi pihaknya pada tahap awal berupaya mandiri.

"Setelah itu baru dirangkul oleh dinas. Sambal kita sudah dipasarkan di Amerika, BBPOM Amerika mengunjungi sendiri home industry dan kita dinyatakan lulus. Produk juga sudah masuk ke Taiwan dan Thailand masih sedikit," ungkapnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved