Gerhana Bulan Total
Niat Solat Gerhana Bulan dan Tata Cara Shalat Khusuf
Indonesia menjadi wilayah yang beruntung di mana gerhana bulan bisa terlihat secara sempurna.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Indonesia menjadi wilayah yang beruntung di mana gerhana bulan bisa terlihat secara sempurna.
Fase gerhana sebagian mulai pukul 01.24 sampai pukul 05.19 WIB (untuk WITa dan WIT menyesuaikan).
Pada rentang waktu tersebut disunnahkan shalat gerhana bulan.
Fase total terjadi pada pukul 02.30-04.13 WIB, selama 107 menit, terlama di abad ini.
Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer, Lapan Pontianak, Muzirwan kepada Tribun mengatakan, pada saat gerhana bulan total, bulan berwarna merah darah sehingga disebut blood-moon.
Di balik fenomena alam gerhana bulan yang akan terjadi, tentu tersimpan kebesaran dari Allah.
Oleh karena itu bagi mereka yang beragama Islam sangatlah disarankan untuk melakukan salat gerhana bulan.
Salat yang dilakukan saat gerhana bulan disebut dengan salat khusuf; sedangkan saat gerhana matahari disebut dengan salat kusuf.
Niat Salat Gerhana
Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan rida-Nya.
Dihimpun dari nu.or.id niat dan tata cara menjalankan salat 'khusuf'.
Sebelum shalat ada baiknya imam atau jamaah melafalkan niat terlebih dahulu sebagai berikut
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ
Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”
Tata cara pelaksanaan
Salat gerhana dilakukan dua rakaat dengan 4 kali rukuk yaitu pada rakaat pertama, setelah rukuk dan Iktidal membaca Al Fatihah lagi kemudian rukuk dan iktidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa.
Begitu pula pada rakaat kedua.
Bacaan Al-Fatihah pada salat gerhana bulan dinyaringkan sedangkan pada gerhana Matahari tidak.
Dalam membaca surat yang sunnat pada tiap rakaat, disunnatkan membaca yang panjang.
Hukum shalat gerhana adalah sunnah muakkad berdasarkan hadis Aisyah.
Rasulullah dan para sahabat melakukan di masjid dengan tanpa azan dan ikamah.
Tata cara salat gerhana adalah sebagai berikut:
1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau matahari terlebih dahulu
2. Shalat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi
3. Sebelum shalat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan, "Ash-salatu jaami'ah"
4. Niat melakukan shalat gerhana matahari atau gerhana bulan, menjadi imam atau makmum
5. Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat
6. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud
7. Setelah rukuk pertama dari setiap rakaat membaca Surah Al-Fatihah kembali
8. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surah kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Misalnya rakaat pertama membaca Surah Yasin dan Surah Ar-Rahman, lalu rakaat kedua membaca Surah Al-Waqiah dan Surah Al-Mulk
9. Setelah salat disunahkan untuk berkhutbah
Menurut Habib Munzir bin Fuad Al Musawwa, panduan singkat mengenai salat gerhana caranya adalah ada tiga cara :
1. Yang termudah adalah dengan dua rakaat sebagaimana shalat subuh
2. Dua rakaat, dan setiap rakaat adalah dengan dua rukuk dan dua kali berdiri, urutannya adalah:
Takbiratul ihram, lalu Qiyam, fatihah, surah, rukuk, lalu berdiri lagi, membaca Surah Al-Fatihah, rukuk, lalu iktidal, lalu sujud, duduk sujud, lalu bangkit ke rakaat kedua dengan hal yang sama.
3. dua rakaat sebagaimana poin kedua di atas, namun dipanjangkan, lalu diakhiri dengan dua khutbah selepas shalat.
Live streaming Gerhana Bulan bisa dilihat di link Bosscha Observatory.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/gerhana-bulan-total-28-juli-2018_20180728_030554.jpg)