Pemprov Tegaskan Telah Akomodir Visi-Misi Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar Terpilih  

M Zeet Hamdy Assovie menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah mengakomodir visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar

Pemprov Tegaskan Telah Akomodir Visi-Misi Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar Terpilih  
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, M Zeet Hamdy Assovie 

Ia menerangkan jadwalnya tidak bisa tunda lantaran Kemendagri meminta segera disertai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

“Selama ini, kita bersama dewan tidak pernah terlambat dan bisa mencapai kesepakatan terhadap hal itu. Begitu juga ketika Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar baru ini. Saya yakin dan optimis pasti tercapai. Apalagi beliau-beliau adalah orang yang sangat memahami pemerintahan. Jadi, saya tidak ada keraguan sama sekali,” tandasnya.

Baca: Inilah Zodiak-zodiak Yang Terlahir Cenderung Jadi Orang Kaya dan Jenius Secara Alami

Sementara itu, Anggota Fraksi Golkar DPRD Kalbar, H Prabasa Anantatur berharap visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar terpilih periode 2018-2023 yakni Sutarmidji-Ria Norsan dimasukkan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafond Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Tahun Anggaran 2019.

Hal ini bertujuan agar ada sinkronisasi sehingga program-program pembangunan kedua kepala daerah anyar itu bisa langsung berjalan dan terimplementasikan.

“Kami ingin visi dan misi Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar terpilih masuk dalam KUA PPAS. Ini harapan kami dan juga masyarakat,” ungkapnya.

Sinkronisasi, kata Prabasa, sangat penting agar Gubernur-Wakil Gubernur terpilih bisa segera berbuat dan berkontribusi untuk pembangunan Provinsi Kalimantan Barat.

“Apalagi pelantikan keduanya direncanakan pada 17 September 2018 mendatang,” timpal Mantan Wakil Bupati Sambas Periode 2001-2006 itu.

Ia menimpali pihaknya sebagai partai pengusung khawatir visi-misi Gubernur-Wakil Gubernur terpilih tidak masuk dalam KUA PPAS. Ia tidak ingin kondisi itu mengakibatkan Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar terpilih nantinya hanya duduk termenung karena visi dan misinya tidak masuk dalam KUA PPAS Tahun 2019.

“Selain masuk KUA PPAS Tahun 2019, kami menyarankan sebagian kebijakan Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar terpilih masuk dalam APBD Perubahan (APBDP) 2018. Karena ada dasarnya dan bukan berarti tidak boleh,” pintanya.

Kebijakan dan program tentang rumah sakit dan sarana-prasarana pendidikan, misalnya. Prabasa berharap bisa masuk dalam APBD Perubahan 2018.

Halaman
123
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved